"Sinkaaaa, klo gk fokus mending jangan latihan deh", teriak Sensei padaku. Ayana, Angel dan Feni melihat ke arahku seperti kesel. Duh, knp hari ini aku bener2 gk fokus, apa krna kegiatanku makin banyak dan tugas kuliahku makin numpuk ya? "Maaf kak, ulang sekali lagi yaa". Musik di putar kembali, alunan nada Aisatsu Kara Hajimeyou mulai berputar, lalu aku kembali ke blokingan dan mulai menari. Tubuhku terasa begitu lelah, keringat mengucur dari keningku, baju kaos yg kukenakan begitu basah dan akhirnya sesi latihan hari itu selesai. Kami berlatih karena ada event Pensi Minggu depan.Aku beristirahat sebentar sambil ngobrol dgn Sensei, Angel dan Feni. Ayana sudah balik duluan dgn wajah muram, entah knp, mngkin dia marah kepadaku krna aku banyak salah dalam gerakan di lagu tadi sehingga waktu latihan menjadi molor dan melelahkan. "Ting" notifikasi HPku berbunyi, "Dut, ntar pake gojek ke PS ya, gw tadi lewat Fx, banyak Wota kumpul2", ohh rupanya chat dari Kak Stefan, sahabat Kak Naomi. Hari itu aku minta tolong Kak Stefan buat jemput.
Aku kenal dgn kak Stefan tapi gk begitu akrab dan ini pertama kalinya aku minta dijemput olehnya. Gojek telah kupesan, gak sampe 5 menit aku sudah tiba di Plaza Senayan. Ku chat Kak Stefan, dan kata dia sedang di O*ion Cafe dekat StarB*cks. Akupun menuju kesana dan melihatnya sedang duduk seorang diri. Akupun berjalan ke arahnya.
Eh Dut, sini duduk dulu, ayo pesen, kemudian kak Stefan memanggil pelayan Cafe tersebut. "Ihh kk, aku udah gendut gini disuruh makan" protesku, "Kmu itu montok, bukan gendut" kata Kak Stefan sambil tertawa. Ya udah deh, itung2 makan gratis, hehehe. Kami pun ngobrol singkat. "Eh maaf yahh, tadi aku mau jemput di Fx, tapi aku liat banyak Wota lagi kumpul2 depan theater, makanya aku kesini" Kata kak Stefan, "Iya kak, justru aku terima kasih mau dianter pulang".
Obrolan kami tidak ada yg penting, hanya pembahasan2 tentang JKT48, tntang kuliahku dan sedikit basa-basi. Beberapa lama kemudian kamipun bergegas menuju parkiran. Kak Stefan memakai motor Honda CBR250rr warna hitam. Motor yg laki bgt menurutku, tidak lupa Kak Stefan mengenakan jaket dan helm, kemudian menyerahkan helm untukku. Aku jg mengenakan jaket dan helm kemudian naik ke atas motornya.
Waduh, tempat duduk motor itu bikin aku nyosor ke badan Kak Stefan. Aku berusaha menahan tubuhku agar tidak terlalu nempel dgn punggungnya. "Udah, peluk aja, anggap aja aku kakakmu" kata Kak Stefan. Agak risih sih, tapi emang motor ini di desain sprti ini, jadi mau gak mau dadaku menempel di punggungnya. Ahh moga aja Kak Stefan gk mikir yg aneh2 ya. Motornya dipacu dgn kencang menuju ke daerah Bekasi.
Sepanjang perjalanan sebenarnya Kak Stefan mengajakku ngobrol, tapi gak denger, hehehe, jadi kami diam saja. Abis latian, capek bgt, tiba2 badanku jadi lemas, mataku menjadi sayu, jalanan yg kuliat makin gelap, uhhhh. "Ehhh Dudut", teriakan Kak Stefan membuatku tersadar dan kaget. "Kamu ngantuk ya?" Tanya Kak Stefan, "Maaf kak, aku kecapean" jawabku, kemudian Kak Stefan menepi dan menyuruhku untuk memeluknya dgn erat. Dia menyuruhku untuk memasukkan kedua tanganku ke dalam saku jaketnya. Kemudian perjalanan dilanjutkan. Jalanan agak macet karena sudah sore dan waktunya pulang kantor. Kak Stefan benar2 seperti pembalap professional yg pandai meliuk2 di jalanan ramai mencari celah agar menjadi terdepan. Banyak kendaraan dilalui olehnya mulai dari motor, mobil, truk hingga bus. Ihh dasar, Kak Naomi pinter bgt milih sahabat macho kyk gini, hihihi (aku terus bicara dalam hati). Kemudian ku tersadar, wah ternyata udah deket rumahku nih, dan aku gak jadi ngantuk. Waduh, apa karna aku memeluk kak Stefan begitu erat jadi ngantuknya ilang ya? Ahhh, ada2 aja, toh aku gk ada perasaan apa2 ama dia, hihihi. Kami pun tiba di depan rumahku.
Akupun menyuruh Kak Stefan masuk, dan kupanggil Kak Naomi. Kemudian membiarkan mereka berdua. Aku mengambil handuk dan membuka seluruh pakaianku, kemudian kulilitkan handuk agar menutupi payudara dan kemualuanku. Tapi badan ini bener2 capek, ahhh mending tiduran bentar sebelum mandi. Aku rebahan di kasurku sambil mengecek HP. Kubuka IG dan scroll2 melihat komentar2 dari para fans pada status di IGku. Entah kenapa tulisan di HPku makin buram dan sayu, kemudian HPku terjatuh dan tanpa tersadar akupun tertidur.
"Ting Ting Ting" ahhh suara HP ini mengejutkanku, akupun tersadar. Tapi yg membuatku lebih terkejut, knp aku bugil? Ada apa ini? (Ehhhh Dudut Bego, lu ketiduran), ohh iyaa hehehe, aku sadar tadi aku ketiduran dan gak jadi mandi. Untung aja gk ada cowok di rumahku. Ehhh tadi kan ada Kak Stefan? Iya sih, tapi gk mngkin jg dia masuk ke kamarku. Aku bercakap dgn diriku sendiri, hehehe. Akupun masuk kamar mandi dan menyalakan shower. Kusiram tubuhku dgn air hangat mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki, kubasuh dgn sabun. Sela2 dadaku kubersihkan lebih intens, bekas keringet membuatnya jadi lengket. Tidak lupa aku membersihkan kemaluanku dgn sabun khusus, kata org sih biar wangi. Entah siapa jg yg mau cium, hihihi.
Setelah mandi kukeringkan tubuhku dgn handuk, kemudian kunyalakan hairdryer dan mengeringkan rambutku. Setelah itu aku memakai daster tipis. Klo di rumah aku emang lebih sering tidak memakai BH dan CD, karna, menurut sebuah artikel, lebih sehat sih klo gk pake BH dan CD apalagi klo mau tidur. Kembali ku cek HPku, kubuka twitter dan IG kemudian update status dgn foto terakhirku.
Ahhh capek juga di kamar, kemudian aku keluar untuk nonton TV. Kebetulan di rumahku hanya ada 1 TV yg terletak di ruang keluarga. Di rumah ini aku tinggal bertiga dgn ibuku dan Kak Naomi. Setelah ayahku meninggal, kami memang jadi lebih sering nungguin mamah di rumah. Tapi hari ini mamah lagi gk di rumah. Saat keluar kamar, ehh ternyata Kak Stefan masih di ruang tamu, kulihat dia dan kak Naomi sedang fokus menatap layar Laptop. Sepertinya mereka sedang mengerjakan sesuatu. Mata mereka berdua pun menatap ke arahku. "Ehh kak, kirain dah pulang", kataku ke Kak Stefan. Kak Stefan hanya diam saja dan kembali menatap laptop. Kak Naomi memberiku kode, entah maksudnya apa, mngkin aku disuruh jgn ganggu. Ahh bodoamat.
Akupun menyalakan TV dan mengambil makanan ringan dari kulkas. Kak Naomi terus saja melihatku, wajahnya sprti marah. Apa mereka pacaran dan gk mau diganggu? Gk mngkin ahh, mereka kan sahabat. Akupun cuek aja. Beberapa lama kemudian, "Dut gw pamitan dulu ya" kata Kak Stefan, akupun berdiri dan berlari ke arahnya. Tiba2 Kak Naomi berdiri di depanku seolah2 menghalangiku untuk mendekati kak Stefan, (Ihh apa2an sih) dlm hatiku. "Sering2 anter aku ya, hihihi" Kataku ke Kak Stefan, "Apaan sih kmu dut" Jawab kak Naomi, Kak Stefan masih terdiam dan kemudian berlalu pergi.
"Kamu apa2an sih?" Tiba2 Kak Naomi membentakku, "Kakak knp sih? kok tiba2 marah gitu?". Tiba2 kata Kak Naomi "Liat tuh toket kamu kemana2", Aaaarrrgghhhhhhh aku baru ingat, aku mengenakan daster tipis dan tidak pake BH dan jg CD. Ohh tidaaaaak, aku maluuuu, aku berteriak. "Kaaaak, aku maluuuu" kataku, "Mati aja lu" Kata kak Naomi ketus. Rupanya dari tadi Kak Naomi memberiku kode tentang ini. Ohhhh, saat di depan cermin puting susu dan bulu memekku terlihat jelas walaupun masih dibalut oleh kain daster yg tipis ini. Yaampun malu bgt aku, akupun kembali ke dalam kamar, memeluk guling seerat2nya krna bener2 malu. Pasti kak Stefan udah ngeliat semuanya. Bagian2 tubuhku yg paling berharga bagiku, ohh shiiit.
Akupun kembali ke ruang TV, aku duduk di ruang TV bersama Kak Naomi. Kami berdua makan cemilan yg sudah disiapkan ibuku. Kemudian Kak Naomi menunjukkan HPnya, memperlihatkan sebuah akun yg update foto salkus dirinya. Entah kenapa Kak Naomi hanya tertawa melihat fotonya dijadikan bahan imajinasi mesum para fans. Klo aku sih risih.
Hari itupun ku lalui, keesokan harinya seperti biasa, aku brgkt kuliah pagi hari. Kebetulan hari ini ada show tim J di theater, jadi aku benar2 mempersiapkan tenagaku. Sejak kena reshufle tim, aku jadi jarang barengan dgn Kak Naomi, krna aku skrg tim J dan dia tim KIII. Aku menggunakan bus menuju Jakarta, karna kebetulan aku kuliah di salah satu Universitas di Jakarta mengambil jurusan Bhs Jepang. Baru saja duduk di kelasku, tiba2 "Ting", Hpku berbunyi, "Dut, ntar bareng lagi yuk", rupanya kak Stefan ngajak bareng lagi.
Aku: Maaf kak, aku ntar ada show jam 7 malem
Kak Stefan: Gpp, gue tungguin deh, gk enak jln sndiri
Aku: Gak ngerepotin kan?
Kak Stefan: Nggak kok, toh sejalur
Oh iya, kebetulan rumah kak Stefan jg di Bekasi, jadi dia sering barengan ama Kak Naomi. Kak Stefan berasal dari Jogjakarta dan pindah ke Jakarta untuk kuliah. Cuma itu yg aku tau, selebihnya bukan urusanku. Sore hari pun tiba, aku bersiap2 menuju Fx Sudirman, mall yg kuanggap sbg rumah keduaku. Akupun segera menuju ruang ganti dan mengganti pakaianku dgn seifuku sesuai dgn setlist kali ini.
Pertunjukan pun dimulai, aku harus fokus, fokus, fokus. Skip Skip, di penghujung show, "Ehhh, kita kedatangan tamu spesial loohhhh" kata Shanju, seseorang yg merayakan MVP ke 100 nya di Tim J, yeeeee.. Kita panggil aja yaaa, Kak Dimas ayo maju kak Dimas. MVPnya mau dirayain ama siapa kak? "Buat Dudut" Kata Kak Dimas, penonton pun bersorak. Aku maju ke depan panggung dan mengambil mic. Seperti biasa, aku mengeluarkan pertanyaan2 template dan juga memberi bingkisan berupa kaos dan jg pin untuk MVP theater. Saat kupasangkan pin di leher kak Dimas, dia mengedipkan matanya ke arahku kemudian berbisik I Love u. Aku hanya membalasnya dgn senyuman, padahal aslinya aku risih.
Pertunjukkan pun selesai, saat HT para fans berbaris untuk HT dgn kami, kemudian giliran kak Dimas HT dgnku, dia kembali menggodaku, memonyongkan bibirnya seolah2 sprti org yg sedang mencium. Aku hanya diam, dalam hatiku mengumpat krna kesal. Setelah itu kamipun kembali ke ruang ganti di belakang panggung. Ngobrol sebentar, menghilangkan keringat dan kemudian ganti pakaian. Saat kubuka HPku, trnyata Kak Stefan sudah menungguku di depan Hotel Century tepat di samping Mall Fx. Akupun bergegas menuju kesana. Aku berlari pelan. Aku keluar melalui pintu samping, tidak melalui lobby, karna takut ketauan fans. Tidak lupa kukenakan hoodie berwarna hitam dan masker agar menutupi wajahku dan berjalan menuju depan Hotel Century.Akupun bertemu Kak Stefan dan naik ke motornya. Yahhh, mau gk mau pelukan lagi deh (kataku dalam hati). Tanpa banyak bicara, Kak Stefan tancap gas memacu motornya dan mampir di sate taichan Senayan. "Makan dulu bentar ya, laper nih" kata Kak Stefan. Ya udah deh, kebetulan aku jg laper, hehehe.
Saat sedang asik makan, aku curiga dgn gerak-gerik di belakangku, sepertinya trdengar suara kamera HP. Setelah kutoleh, ohh noo, trnyata itu Kak Dimas dan teman2nya, mereka merekamku. Moodku seketika hilang, Oh My God apakah harus seperti ini menjadi seorang Idol? Gak ada privasi di ruang publik. Ahhh sudahlah, klo sampe tersebar, itu berarti dari Kak Dimas. Selesai makan, kami pun melanjutkan perjalanan pulang. Seperti biasa, sepanjang prjalanan kami hanya terdiam hingga tibalah di depan rumahku.
Kubuka helmku dan kuserahkan pada Kak Stefan. Kemudian kak Stefan berpamitan, dan kita pun berpisah. Akupun masuk ke dalam kamar, mengganti pakaian lalu mandi terlebih dahulu. Aku terbiasa mandi malam karna kebetulan di rumahku ada air hangat, dan seperti biasa aku mengenakan pakaian tipis dan tidak memakai daleman apapun karna badan lebih segar, hehehe. Akupun nge chat kak Stefan, "Kak makasi yaa", "Iya, klo butuh apa2 chat aja" balas Kak Stefan. Di rumah hanya ada mamah doank, Kak Naomi mana yaa? "Kk dmana?" bunyi chat ku untuk Kak Naomi. "Kakaknya lagi ketiduran nih dudut sayang" balasnya, "Haaah, ini siapa?" tanyaku sedikit kaget, "Ini aku, Viny". Ohh rupanya Kak Naomi nginep di Apartment Viny. (Duh asik bgt yahh si Viny, dikasi Apartment ama pacarnya) gumamku dlm hati.
Emang sih, Viny prnah kena skandal beberapa bulan lalu, dan dia harus bikin klarifikasi depan para fans. Aku khawatir klo aku bakalan kena jg, padahal aku dan kak Stefan gk ada hubungan apapun. Knp hidupku dibatasi sprti ini yahh? Akupun curhat dgn mamahku, "Sabar sayang, apapun yg kamu lakukan pasti ada rintangan, kmu tetep sabar dan berbuat baik ya sayang" motivasi dari mamahku. Sejak Ayahku meninggal, aku makin deket dgn mamahku. Hari itu aku tidur dgn mamahku, bercerita tntang kenangan papah, yg membuatku menangis dan terlelap.
BERSAMBUNG
LANJUT KE PART 2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar