Esok adalah hari kepergianku. Kejadian kemarin membuatku berpikir sepanjang hari, dan membuatku murung. Apakah Hal itu yg diharapkan oleh semua cowok? Ada yg mengatakan itu adalah pembuktian cinta, ada juga yg mengatakan semua cowok hanya menginginkan itu. Tapi, kalo emang semua cowok hanya menginginkan ML dgn ceweknya, mengapa kak Stefan gak merenggut keperawananku satu hari sebelumnya? Dia bisa menahan dirinya. Kemarin akulah yg menyerahkan tubuhku, akulah yg menanyakannya terlebih dahulu. Dan aku yakin jika aku menolaknya. Kak Stefan tidak akan memaksaku. Aku tau, dia mencintaiku dengan tulus.Kak Stefan: Slmt pagi sayang
Aku: Ihhh kok panggil2 sayang sih, kita belum jadian
Kak Stefan: Berarti belum diterima nih?
Aku: Perjanjiannya kan besok aku jawab, sabar
Kak Stefan: Aku udah gak sabar, pingin jadi kekasihmu
Chat dari Kak Stefan memecah pagi yg hening ini. Hari ini Kak Naomi minta ijin untuk tidak theater dan kuliah, karena dia ingin bersamaku full selama satu hari. Kak Naomi ingin menghabiskan waktunya bersamaku. Memang selama ini kami selalu kompak, bahkan saat ikut audisi JKT48 pun kami selalu berdua dan kamipun diterima. Aku dan Kak Naomi begitu dekat dan saling melindungi.
Kami bercerita, flashback ke belakang. Tentang bagaimana saat aku memenangkan turnamen JankenPon dan menjadi center dalam single Love Trip, lalu saat Kak Naomi menjadi salah satu pemeran dalam film layar lebar Viva JKT48. Cerita2 masa lalu yg begitu indah dan akan terus menjadi kenangan hingga kami berdua punya anak nanti. Aku dan Kak Naomi berjanji di depan Mamah, tidak akan ada yg bisa memecah kita, kami akan tetap saling mendukung. Sempat terpikir Kak Naomi untuk Grad dalam waktu dekat, tapi aku terus membujuknya, karena salah satu alasanku tetap semangat theateran adalah karena ada kakakku yg selalu memberi semangat.
Baru kali ini aku merasakan quality time bersama keluarga semenjak kepergian Ayah. Kepergiannya meninggalkan duka yg mendalam, namun ini semua dapat kami lewati, kami terus kompak dalam menyelesaikan berbagai masalah, mulai dari masalah kecil hingga masalah yg begitu besar. Tidak ada masalah sedikitpun yg dapat memecah kekompakan kita. Aku bersyukur memiliki Mamah dan Kak Naomi yg begitu sayang kepadaku.
Berjam2 kami bercerita, saling curhat, hingga akhirnya kata Mamah, "Dut, yuk beres2 koper kamu". Kami bertiga pun masuk ke kamarku, dan mulai membereskan barang2 yg akan kubawa ke Jepang nanti. Mulai dari baju, celana, daleman, aksesoris, make up, hingga beberapa buku aku bawa.
Setelah selesai, kami pun beristirahat sebentar sambil nonton TV kemudian kami masak2 di dapur. Kak Naomi bagian memotong2, aku bagian mencuci, mamah bagian memasak. Kami lewati dgn begitu bahagia hingga masakan pun jadi. Setelah itu kami pun makan bareng di meja makan. Inilah sebuah keluarga kecil yg kusayangi. "Naomi, kamu udah punya calon?" Tiba2 Mamahku bertanya. "Mmmm doain ya Mah, semoga aja" jawab Kak Naomi, "Ciiieeee, udah jadian belum nih?" Kataku. Hehehe.. Rupanya Kak Naomi lagi nunggu ditembak cowok nih :D. Wah aku udah pernah merasakannya, rasanya bikin sakit ati, gak karuan. Hehehehe, kujelaskan perasaanku saat menunggu ketidak pastian itu pada Kak Naomi, dia hanya tertawa mendengar ceritaku.
Aku: Eh tapi kemarin lusa dia nembak aku lohhh
Kak Naomi: Trus kamu terima?
Aku: Nggak
Kak Naomi: Kamu tolak?
Aku: Nggak juga, aku jawabnya besok di bandara
Kak Naomi: Halahhh, sok sweet kamu
Mamah pun tertawa melihat tingkah lakuku. Gak sabar nih nunggu besok, menerima Kak Stefan dan memperkenalkannya pada calon kakak iparnya, hehehe, pasti dia terkejut setengah mati. Hari ini kulalui dengan begitu sempurna dan sukacita. Aku bersama orang2 yg aku sayang, saling curhat dan melepas rindu, suasana yg hampir tidak pernah kami dapati lagi. Hingga akhirnya kami pun tidur bertiga.
Bunyi alarm memecah keheningan pagi ini, suara kicau burung bersahutan seakan2 ikut membangunkanku. Kulihat Kak Naomi dan Mamahku sedang repot menyiapkan sarapan untukku. Saat kubangun, aku merasa seperti tuan putri, segala kebutuhanku telah disiapkan oleh Kak Naomi dan Mamah. Aku pun sarapan, tidak lupa aku Chat Kak Stefan. Ternyata dia sudah chat duluan, "Semoga hari ini adalah hari bersejarah bagiku, hari dimana aku akan mendapatkan cintamu", wah sejak kapan Kak Stefan sok romantis gini? Setelah sarapan akupun mandi dan bersiap2. Kutelpon Viny dan dia sudah siap berangkat ke Bandara. Aku dan Kak Naomi pun telah siap. Mamahku gak ikutan karena jaga rumah. Akupun berpamitan, tidak lupa aku memohon doa dari Mamah, menciumnya dan kemudian berpelukan. Aku sempat terharu dan hampir air mataku menetes.Aku dan Kak Naomi bergegas menuju bandara menggunakan Taksi Online. Mobil dipacu dengan lumayan ngebut. Sepanjang perjalanan aku ingin memastikan Kak Stefan akan tiba tepat waktu. "Kak, ntar klo udah nyampe, jgn langsung temuin aku ya, ntar aku kasi tau kapan kakak boleh deket, heheee" Chat ku kepada Kak Stefan. Aku bener2 ingin memberi kejutan pada Kak Naomi.
Beberapa jam dilalui, perjalanan makin dekat dengan bandara. "Kak, siapa sih cowok yg kakak tunggu?" aku bertanya pada Kak Naomi, "Ntar aja, balik dari Jepang kakak kasi tau" jawab Kak Naomi. "Kasi tau skrg deh kak, penasaran tau, ntar aku gk tenang lhoo perjalanan ke Jepang" paksaku lagi. "Hmmmm, Dut, menurut kamu, Stefan gimana?" Kak Naomi balik bertanya padaku. Oh shit, rupanya kejutanku ketauan nih, huuhhh, siapa sih yg bocorin?Aku memberitau Kak Naomi tntang Kak Stefan, aku memujinya, tingkah lakunya, perhatiannya, semua kupuji. Aku menjelaskan kelebihan kak Stefan sambil tersenyum lebar. Karena ini keluar dari lubuk hatiku yg paling dalam. "Dut, Kakak jatuh cinta ama Stefan", tiba2 perkataan Kak Naomi membuatku tertegun, membuatku kaget setengah mati. Membuatku tercengang. "Kira2 Kakak cocok gk sama dia?" Kak Naomi kembali bertanya. Entah bagaimana rasanya jantungku saat ini, hatiku tiba2 hancur, aku ingin berteriak namun dia adalah Kakakku, kakak yg kusayang. "Dut, kok diem sih?" tanyanya kembali, "Eh, Mmmmm, i i ii iya kak" jawabku dgn terbata2.
Tiba2 air mataku keluar, aku tidak ingin terlihat sedih di depan Kak Naomi, "Kamu kenapa dut?" tanya kak Naomi, namun tangisanku makin dalam, aku tersedu2, "Sayaaaang kamu kenapaaa?" Tanya kak Naomi begitu khawatir, "Gak ada kak, aku terharu, klo kakak Nikah, kita akan pisah" jawabku berbohong. Tiba2 Kak Naomi memelukku dengan erat. Dia pun menangis, "Aku gak akan tinggalin kamu Dut, aku tetep kunjungin kamu kok, kita harus tetep ketemu" jawab Kak Naomi.
Aku berusaha untuk menyeka air mata ini dan berhenti menangis, namun sedihnya begitu luar biasa, tidak dapat kutahan. Aku telah menyerahkan segalanya, aku telah mengorbankan satu2nya yg paling berharga dalam tubuhku yaitu keperawananku padanya. Tapi, ternyata, kakakku mencintainya. Aku gak mungkin menyakiti Kakakku sendiri. Gak Mungkiiiiiin. Aku ingin berteriak sekeras2nya. Apa daya teriakanku hanya di hati saja.
Kami pun tiba di bandara. Kulihat Ayana, Viny, Kak Yona, Lidya dan Kak Haruka dan beberapa orang dari manajemen sudah tiba duluan. Kami pun bersalaman, tapi aku menyuruh mereka masuk duluan. Mereka pun masuk ke dalam ruang tunggu. Aku masih menunggu di luar, dan akupun melihat mata Kak Naomi. Mata yg benar2 menatapku dgn penuh kasih sayang. Dialah kakakku, yg menyayangiku dgn tulus, dan apapun yg telah kukorbankan, tidak akan sebanding dgn rasa sayangku terhadap kakakku. Maka pada hari ini, aku mengikhlaskan apapun yg telah kukorbankan pada Kak Stefan.
Saat ku melihat di kejauhan, kulihat Kak Stefan sedang melihat ke arahku sambil tersenyum. Senyumnya penuh dengan cuka cita, penuh dengan harapan. Tatapan tajamnya mengisyaratkan bahwa dialah calon suamiku yg akan menjagaku kelak. Namun aku tidak akan menyakiti kakakku. Raut wajah kak Stefan berubah menjadi bingung, saat ku balik badan dan meninggalkan Kak Naomi menuju ruang tunggu. Namun untuk kedua kalinya, aku kembali berbalik, tangisanku kembali pecah dan aku kembali memeluk Kak Naomi, hingga akhirnya aku memutuskan untuk masuk ke dalam ruang tunggu. Sempat kulihat wajah Kak Stefan begitu sedih, rupanya dia tau ini adalah pertanda bahwa aku menolaknya. Kemudian kubuka HPku, dan mengetikkan kata2 perpisahan untuknya.Kak, apa yg telah kita lalui, sungguh akan terukir dalam hatiku. Semua yg sudah kita lalui adalah hal yg terindah dalam hidupku. Aku tau, kamu mencintaiku sepenuh hatimu. Tapi, mohon maaf yg sebesar2nya. Mulai detik ini, jangan hubungi aku lagi. Kamu gak ada salah, aku yg salah. Kamu gak ada cela, aku yg tercela, ini gak ada
hubungannya dgn apa yg kita lakukan kemarin. Tapi, klo kamu benar2 mencintaiku, maka tinggalkan aku. TERIMA KASIH untuk SEGALANYA.
Aku pun bergabung dengan teman2ku, kulihat Viny begitu bahagia. Kemudian dia melihatku, dan bertanya "Bagaimana dengan Kak Stefan? Udah Jadian?", aku tidak menjawabnya, aku hanya menatap matanya begitu dalam, air mataku tidak dapat kutahan, kemudian Viny memelukku dengan erat, seolah2 dia tau apa yg terjadi. "Sabar ya sayang, tidak selamanya apa yg kita harapkan akan terwujud", Kata Viny berusaha menghiburku. Namun, kali ini, aku berharap, Kak Stefan akan menerima cinta Kak Naomi dan bisa membahagiakannya.
Hari ini, aku harus meninggalkan Jakarta dengan hati yg begitu hancur, namun tetap bangga, karena aku telah menjadi wanita yg seutuhnya, wanita yg mengerti arti cinta yg sesungguhnya. Cinta adalah pengorbanan, tanpa harus mengharapkan balasan. Cintaku dan Kak Stefan bukanlah takdir, namun jika ini adalah takdir, maka sudah pasti kita berdua akan dipertemukan kembali dalam suasana yg lebih indah.
Saat di pesawat, Kubuka HPku, lalu kuhapus segala sesuatu yg berhubungan dengan Kak Stefan, kuhapus chat, foto2 hingga kontak2nya, ku blokir semua akunnya, dan aku ingin menjadi orang yg baru. Kulihat Viny tidak dapat menyembunyikan kebahagiannya, dan aku tidak dapat menyembunyikan kesedihanku. Ini adalah dinamika kehidupan. Selamat tinggal Jakarta.
SEKIAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar