2 weeks agoKulihat Dudut dari kejauhan, aku tidak dapat menahan hasrat untuk segera memeluknya. Rasa cintaku begitu dalam padanya, senyumku begitu lebar dan tidak dapat kutahan. Kulihat orang2 di sekitarku kebingungan melihatku tersenyum sendiri. Iya, aku memang tidak bisa menyembunyikan rasa bahagiaku, karna hari ini, Dudut akan menerima cintaku di depan Naomi. Oh, inikah maksudnya menyuruhku menunggu 3 hari? Ahhh, Dudut you're the best.
Namun, senyumanku berubah seketika, saat kulihat Dudut menangis sambil memeluk Naomi, ohh tidak, ini bukanlah tangis karena akan berpisah satu sama lain. Tangisan ini begitu beda, ada apa dengannya? Tiba2 Dudut menoleh ke arahku, lalu berpaling dan kemudian masuk ke dalam. Ada apa ini? Aku hanya diam sesaat, apakah ini bagian dari skenario Dudut dan Naomi?
Kulihat Naomi berlalu dan pergi, dia tidak mengetahui keberadaanku, aku hanya bisa terdiam di sini sejak tadi, menunggu Dudut keluar kemudian menerima cintaku dan berpelukan denganku. Ohh tidak, sudah 20 menit aku berdiri di tempat ini, mana Dudut? Tiba2 HPku bergetar, rupanya ini adalah chat dari Dudut, kubuka chat darinya. "Kak, apa yg telah kita lalui, sungguh akan terukir dalam hatiku. Semua yg sudah kita lalui adalah hal yg terindah dalam hidupku. Aku tau, kamu mencintaiku sepenuh hatimu. Tapi, mohon maaf yg sebesar2nya. Mulai detik ini, jangan hubungi aku lagi. Kamu gak ada salah, aku yg salah. Kamu gak ada cela, aku yg tercela, ini gak ada hubungannya dgn apa yg kita lakukan kemarin. Tapi, klo kamu benar2 mencintaiku, maka tinggalkan aku. TERIMA KASIH untuk SEGALANYA."
Isi chat ini membuat sekujur tubuhku menjadi lemas. Aku terdiam, terus menatap layar HPku. Berusaha memaknai setiap kata yg ada. Orang2 lalu lalang di sekitarku, mereka menjadi lambat dan seolah2 semua melihat ke arahku. Seakan2 mereka ikut prihatin dgn apa yg kurasakan saat ini. Dunia seakan2 berhenti. Kata2 ini membuat sekujur tubuhku menjadi kaku, apa yg terjadi?
Aku menarik nafas, mencoba berpikir jernih, oke aku tidak akan mendapatkan jawabannya kalau aku tetap berada di sini. Tenangkan pikiran terlebih dahulu. Pasti ada jawaban logis dari ini semua. Aku tidak ingin emosi dan nafsu mengalahkanku.
Hari ini berlalu dengan penuh misteri, yang kusadari hari ini adalah, aku kehilangan Dudut yg telah mengambil setengah dari hatiku. Yang kutau hari ini adalah, segala akses untuk kami berhubungan telah di blok olehnya, dan satu2nya harapanku hanyalah Naomi. Ya, hanya dia yg tau kata2 terakhir darinya. Aku harus memastikan, apa yg diucapkannya sehingga dia meninggalkanku dgn tiba2. Jikalau aku harus kehilangan Dudut, aku akan pasrah, namun aku harus mengetahui dimana salahku. Hari yg benar2 kutunggu telah terlewatkan begitu saja, menjadi hari yg paling sedih bagiku.
Okee, hari ini kuputuskan untuk menuju rumah Naomi, aku ingin tanyakan semuanya. Aku tidak mau semuanya berlarut2. Ingin rasanya ku menangis dan berteriak, agar beban di dada ini sedikit hilang terhapus oleh air mata. Namun rasanya tidak sanggup, bukan karena aku menganggap diriku tidak cengeng, tapi rasa sedih dicampur kebingungan membuat konflik di dalam bathinku.Kupacu motorku dgn kecepatan tinggi di malam ini, dalam benakku hanya ada tanya, tanya yg terus terngiang hingga akhirnya menimbulkan jawaban2 yg tidak masuk akal versi diriku sendiri. Ini pasti karena aku gak nembak dari dulu, ini pasti karna aku bercinta dengannya sebelum ada komitmen dan status, ini pasti karna aku tidak dapat menahan nafsuku, ini pasti karena ..... Ohhh shiiit betapa terangnya lampu itu menyorot ke mataku, membuatku refleks terpejam dan, aaaaaaaa tidaaaaaaaak. Braaaaaaakkkk, hal terakhir yg kulihat adalah sebuah mobil Innova menghantam motorku dgn keras dan tiba2 semua menjadi hitam dan gelap, dan ....
"Stefan Hadi Saputra", "Iya, saya" mohon keluarganya ke bagian administrasi ya, kudengar suara hiruk pikuk dgn samar2, kubuka mataku, namun semua tampak samar. Yg kulihat Naomi sedang berlari, menuju sumber suara yg menyebut namaku tadi. Aku dimana? Aahhh, kepalaku, betapa sakitnya, aaaahhhh. Tiba2 kesadaranku menurun kembali dan semua menjadi gelap.
Saat kubuka mataku, kulihat di sisi kananku ada perban yang tergulung rapi dan beberapa suntikan. Ohhhh tidaak, aku pasti mengalami kecelakaan tadi. Dimana aku sekarang? Ahhhh kenapa kakiku tidak bisa kugerakkan, tanganku begitu ngilu. Ahhhh, betapa sakitnya tubuhku kali ini. Tiba2 seseorang membuka pintu kamar ini. "Naomi?", "Eh Stefan, kamu sudah sadar? Makan dulu ya" jawab Naomi. Kemudian dia membuka plastik yg menutupi mangkok yg berisi bubur. Naomi menyuapiku. Baru 3 kali suap, tiba2 aku muntah, Ahhhh rasanya begitu sakit. Naomi berlari mengambil handuk kecil, kemudian membersihkan bekas2 makanan yg telah kumuntahkan.
Kemudian Naomi membuka kancing bajuku, satu persatu, kemudian dilepaskannya. Naomi mengambil handuk basah dan membersihkan tubuhku. Kulihat dia begitu telaten, kemudian kuraih tangannya. Dia melihat ke arahku, "Naomi, aku minta tolong ya", "Minta tolong apa?", "Tolong jangan kasi tau org tuaku ataupun Dudut klo aku kecelakaan ya". Aku memiliki asuransi sehingga biaya Rumah Sakit dapat kutanggung sendiri.
"Ntar klo ada apa2 tlpon aku ya, hari ini aku ada theater" Kata Naomi padaku, aku hanya mengangguk, "Nanti aku suruh perawat ngecek setiap 1 jam ya". Kemudian Naomi memakaian baju kembali. Kali ini entah dia dapat bajuku darimana? Ahh dia begitu perhatian padaku. "Aku pergi dulu ya, jaga diri baik2" Kata Naomi sebelum dia keluar dari kamarku. Kulihat meja di sampingku, ada buah2an yg tersusun rapi dan HP, wah HPku, ohhh yesss, HPku gak ilang, namun saat kulihat trnyata sedikit retak, ahh gpp deh yg penting gk rusak.Kulalui hari ini dengan berbaring di kasur Rumah Sakit. Kunyalakan TV, dan mengganti2 saluran channel. Aku tidak menemukan acara TV yg menarik bagiku, tapi kubiarkan TV itu menyala, untuk menemani kesendirianku. Entah apa yg terjadi pada diriku, namun yg pasti aku belum bisa menggerakkan kaki kananku. Aku gak mau berpikir terlalu keras, aku ingin fokus pada kesehatanku terlebih dahulu. Lalu kemudian seorang perawat dan seorang dokter masuk ke ruanganku. Menanyakan keluhanku. Kujawab apa yg kurasakan sambil bertanya2.
Barulah aku tau trnyata tulang pada kakiku bergeser dan harus dirawat dan yg paling mengejutkan, aku sempat koma selama 2 hari. Dan hanya Naomi yg mengurusku. Lalu, si Dokter keluar dan hanya tersisa perawat saja yg mengecek kamarku. "Nama ceweknya Dudut ya? Lucu yahh namanya, hehe", aku terkejut mendengar kata perawat itu. "Tau nama Dudut dari mana?" Akupun bertanya, dan jawabannya membuatku lebih terkejut lagi.
Perawat itu bercerita, saat tiba di UGD, seorang cewek begitu repot, mengurusku sendirian, berlari kesana kemari, mengecek keadaanku sambil menangis hingga dia tertidur di sampingku. Tapi selama aku tidak sadar, ternyata aku terus menggigau menyebut nama Dudut. Akupun tersenyum dan menjadi malu, hehehe.. Pasti Naomi tau klo aku jatuh cinta sama adiknya. Tapi kemudian akupun teringat, kalau Dudut menolakku, aaaaaaahhh pikiranku kembali berkecamuk, kesedihan kembali menyerangku. Si Perawat keluar dan akupun kembali sendiri di kamar ini. Sungguh membosankan, tiba2 rasa ngantuk menyerangku. Aku membetulkan posisiku sebelum akhirnya memejamkan mata.
Aku sedang berjalan di sebuah dermaga di waktu senja. Kusendiri melihat matahari yg mulai jenuh menyinari bumi meninggalkan suasana haru dan sunyi. Tiba2 ada tangan yg menggenggamku, meraih tangan kiriku sambil berlalu seolah2 menarikku agar berjalan mengikuti temponya. Seorang gadis yg menggandengku menoleh ke arahku. "Dudut?", kemudian dia tersenyum padaku. Inilah dermaga cinta, saksi bisu perjalanan kasih. Senja makin sempurna, mengeluarkan warna alam yg begitu sempurna, memberi ketenangan dalam hatiku. Gadis yg kucinta menggenggam erat tanganku sebelum akhirnya dia pergi dan menghilang. Aku bermimpi, mimpi ini membuatku bahagia walaupun hanya sesaat.
Saat ku tersadar, kulihat Naomi sedang tertidur di sofa dekat denganku. Wanita ini begitu cantik. Dia adalah wanita yang tangguh yang selalu menyembunyikan kerasnya hidup yg dihadapinya dengan senyuman dan kekonyolan2 yg diperbuatnya.
Beberapa hari berlalu, dan tibalah waktuku untuk pulang, tepat 7 hari aku dirawat. Kakiku sudah bisa digerakkan walaupun sedikit. Selama aku berada di rumah sakit, hanya Naomilah yg mengurusku, dia begitu tulus membasuh tubuhku dgn handuk basah, menyuapiku saat tiba waktu sarapan dan makan siang, Mengganti perban dan memberikan obat pada lukaku. Hingga di hari terakhir aku di Rumah Sakit, Naomi lah yg mengurus segalanya. "Stefan, kamu nginep aja di Apartment Viny ya, aku udah minta ijin kok", kata Naomi, "Jangan Naomi, aku di kost aja, gpp kok", jawabku, "Udah, jgn bandel, klo kamu di kost, siapa yg urus kamu?" jawabnya.Kami sempat berdebat kecil, hingga akhirnya aku mengalah. Entah kenapa Naomi begitu perhatian padaku, apakah karena aku sahabatnya? Tapi perhatian yg diberikannya lebih dari sekedar sahabat. Sempat hatiku tersentuh dan membandingkannya dgn Dudut. Ahhh, tidak tidak, jangan dibanding2kan. Kami pun naik taksi menuju ke Apartment Viny di Jakarta Selatan. Setiba di sana, Naomi memegangi lenganku sambil menuntunku jalan menaiki lift.
Wanita tangguh ini benar2 menjadi pahlawan dalam hidupku. Aku tidak pernah bertanya, darimana dia tau klo aku kecelakaan, tapi saat ini yg kurasakan adalah rasa salut dan bangga memiliki sahabat yg benar2 membuatku jatuh cinta.. Ehhh tunggu dulu, jatuh cinta? ahhh tidak tidak, nooo Naomi adalah sahabatku, jgn sampe ini terjadi. Jangan sampe aku terjebak di antara cinta adik kakak.
Beberapa hari kulalui, kakiku semakin membaik, kepalaku juga sudah tidak pernah merasakan rasa sakit lagi. Hingga aku sudah merasa sehat. Aku mengambil HP dan ingin memberitau Naomi klo aku sudah bisa pulang ke kostku. Saat kubuka HPku ada 3 panggilan tak terjawab. Saat kubuka, betapa terkejutnya aku, ini Dudut, dia menelponku berkali2. Apakah dia berubah pikiran? Apakah dia kangen? Saat sedang berspekulasi Dudut kembali menelponku.
Aku: Halo
Dudut: Halo kak
Aku: Kamu kenapa mnghilang? Kenapa kamu permainin perasaanku?
Dudut: Maaf kak, maafin aku ya, aku sayang ama kk
Aku: Klo sayang knp harus sprti itu? Perasaanku hancur
Dudut: Iya kak, maafin aku, kk gmna keadaannya? Sudah sehat?
Aku: Maksudnya?
Dudut: Aku baru tau kk kecelakaan
Aku: Ohh berarti aku harus celaka dulu baru kamu telpon?
Dudut: Nggak kak, maafin, aku udah buat salah sama kk
Aku: Tolong jelasin aku, kenapa sikapmu tiba2 berubah, dan knp menghilang?
Dudut menjelaskan semuanya, termasuk ungkapan perasaan Naomi kepadanya. Ternyata selama ini Naomi jatuh cinta padaku, sehingga membuat Dudut harus mengorbankan perasaannya demi kakaknya, dan kali ini Naomi menghubungi adiknya dan mengatakan kalau trnyata dia sudah memiliki kekasih dan itu bukan diriku, jadi Dudut mau menghubungiku kembali.
Aku: Kenapa kalian gak jujur sama aku haah?
Dudut: Jangan marah kak, aku gk mau sampe Kak Naomi sedih gara2 aku
Aku: Tapi tau gak, akulah korbannya di sini
Dudut: Iya kak, kita perbaiki semuanya ya, tunggu aku pulang ya sayang
Aku: Udah lupain semuanya, aku kecewa sama kalian berdua, bye
Aku memasukkan semua bajuku ke tas ransel, lalu aku memesan taksi online menuju sebuah bengkel dmana motorku diperbaiki. Setelah itu kupacu motorku, sebelum pulang aku mampir di kampus untuk menemui Naomi.
Aku: Ternyata selama ini kamu bohong sama aku
Naomi: Ada apa?
Aku: Selama ini kalian berdua sudah membohongiku, mengorbankan perasaanku
Naomi: Tolong jelasin dulu, ada apa?
Aku: Dudut tiba2 meninggalkanku setelah kamu ungkapin perasaan cintamu kepadaku ke Dudut
Naomi: (Tertunduk)
Aku: Lalu skrg kamu berbohong sudah punya kekasih
Naomi: Kamu lebih cocok ama Dudut
Aku: Ini bukan masalah cocok tidaknya, tapi kalian berdua saling berkorban satu sama lain tanpa pernah berpikir bahwa korban sebenarnya adalah aku
Naomi: Maafin aku, tapi tolong, baliklah ke Dudut
Aku: Sudahlah, terima kasih buat semuanya, aku gak akan memilih diantara kalian berdua, aku kecewa
Akupun berpaling dan meninggalkannya, kulihat Naomi meneteskan air matanya. Perasaanku sebenarnya hancur melihatnya menangis, ingin kupeluk Naomi saat ini, namun emosiku mengalahkan akal sehatku. Kupacu motorku dan kuputuskan aku tidak akan bertemu dengan mereka berdua lagi. Selamat tingga wanita wanita tangguh yg sudah mengisi hidupku dan hatiku selama ini.
BERSAMBUNG
LANJUT KE PART 2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar