Rabu, 27 September 2017

Love Story Part 4 - Dan Kisah Cinta pun Dimulai - Sinka Juliani

Hari demi hari kulalui, pertemuanku dgn Kak Stefan sudah menjadi rutinitas setiap hari. Bahkan yg kutau, terkadang Kak Stefan harus bergantian menjemputku kemudian menjemput kak Naomi, seolah2 aku dan kak Naomi adalah istri2nya yg harus diperlakukan adil. Tapi, baik aku maupun Kak Stefan, tanpa kesepakatan apapun, kompak merahasiakan pertemuanku dgnnya. Bukan menyembunyikan suatu hubungan, karena kami memang tidak ada hubungan apapun selain pertemanan, akan tetapi dia ataupun aku tidak ingin tau bahwa aku jg ikut andil merepotkan Kak Stefan. Bukan hanya setiap hari, namun setiap saat. Tapi yg membuatku senang, justru paksaan dari Kak Stefan, walaupun dlm keadaan capek, dia tetap perhatian sama aku, dia tidak akan membiarkan aku pergi sendiri. Huhhhhhh.

Makin aku membayangkan kebaikan dirinya, makin membuat hatiku sakit, mengapa hubungan kami hanya teman? Mengapa Kak Stefan gk nembak2 aku? Ahhh sudahlah, aku gk mau berharap lebih. Yang penting aku harus melalui hari2ku dgn sempurna. Setiap kegiatan dan tanggung jawab harus kulalui dgn baik dan tanpa cela. Kak Stefan? Ya, biarlah dia akan tetap menjadi pengisi dalam perjalanan hidupku, entah sebagai teman, sahabat atau mungkin pacar nantinya.

Sebenarnya ada satu hal yg ingin kuceritakan, tapi ini membuatku malu, namun inilah kenyataan. Gara2 Kak Stefan, aku pertama kali merasakan nikmatnya ciuman yg begitu dalam. Ciuman yg dibubuhi perasaan tak menentu di dalam hati. Perasaan tanpa takut akan dinodai. Ya, itulah ciuman pertama kali di halte bus beberapa waktu lalu.



Apakah kau melihat langit mentari senja?
Waktupun berlalu dan sosoknya terlihat begitu indah, Yes!
Begitulah hari ini berakhir
Malam yang mengulang baru semua telah datang
Kau bergegas di jalan pulang seorang diri
Kenapa tidak hargai dirimu sendiri sedikit lagi Yuk!
Mari lihat sedikit lebih baik
Supaya kau dapat hidup jadi diri sendiri

Lagu Yuuhi Wo Miteiruka sedikit menenangkan hatiku, walaupun sangat kontras karena aku mendengarnya di pagi hari. Tapi siapa yg memutar lagu ini? Saat kubalikkan badan, ternyata Kak Naomi masih molor di sampingku. Kami biasa tidur berdua sih. Kulihat wajah cantiknya begitu menikmati istirahat kali ini. Wajahnya membuatku tenang, karena aku merasa tidak ada beban di hati Kak Naomi. Kami memang adik kakak seperti pada umumnya. Namun sejak kepergian ayah, aku dan Kak Naomi menjadi makin dekat. Kami saling mendukung satu sama lain, dan sudah tentu kami saling menyayangi satu sama lain. Jika tidak ada kegiatan di theater atau di kampus keesokan harinya, Kak Naomi selalu tidur di rumah.

Saat aku keluar kamar, teh hangat, sandwich isi ommelete dan sayur2an menyambutku di meja makan. Aku memang memiliki mamah yg paling pengertian sedunia. Tanpa aba2 aku melahapnya hingga habis. Ternyata mamahku memperhatikanku dari dapur, diapun tersenyum. Aku cuek melihatnya, Hehehe, emng klo soal makanan, aku nomor satu di rumah ini. Setelah sarapan, akupun mandi.

Hari ini aku ada janji dgn Viny untuk berbelanja beberapa kebutuhan untuk dibawa ke Jepang nantinya. Tiba2 Kak Naomi keluar dari kamarku, dia langsung mengambil remote TV dan menyalakannya seolah2 dia mengabaikan sarapan yg telah dibuat oleh mamah. "Sayang sarapan dulu" Kata mamahku, "Ntaar maah, udah gendut nih" jawab Kak Naomi. "Jangan bilang gendut" jawabku, kemudian aku melemparkan handuk yg akan kujemur ke arah Kak Naomi. Kak Naomi hanya tertawa melihat tingkah lakuku. Ihhhhh, padahal aku lagi kesel dan marah lho, kok dianggap lucu sih?

Kunyalakan aplikasi Gojek, kemudian kupesan untuk mengantarku ke pool bis yg menuju Jakarta. Beberapa menit kemudian abang Gojek pun tiba, aku berpamitan dgn mamah dan kakakku. Perjalanan kali ini tidak begitu macet hingga tibalah aku di pool bis. Rupanya nasibku sedang bagus, gk perlu nunggu lama aku mendapatkan sebuah bis dgn tujuan Jakarta. Bis itu tidak terisi penuh.

Beberapa saat kemudian akupun tiba. Aku kembali memesan Gojek menuju ke Apartment Viny. Kutelpon Viny agar menjemputku di bawah, karena untuk naik ke lift dan menuju kamarnya dibutuhkan kartu khusus untuk para penghuni apartment. Viny pun turun menjemputku, terlihat Viny belum mandi dgn badan penuh keringat, rupanya dia habis olahraga. Kami pun naik ke lantai atas dan menuju kamarnya. Kamarnya benar2 tertata rapi, membuatku iri. Ingin aku memiliki kamar seperti ini.



Bila nanti saatnya Tlah Tiba
Kuingin kau Menjadi Istriku
Berjalan berSamamu dalam Terik dan Hujan
Berlarian kesana Kemari dan Tertawa

Lagu yg membuat hatiku menjadi sejuk, lagu ini mampu menghipnotis pendengarnya. Lagu yg sering kudengar namun gk pernah bosen aku mendengarnya. Rupanya Viny sedang benar2 jatuh cinta. Karena dia mengulang2 lagu yg sama sambil ikutan nyanyi. Viny pun melepas pakaian dan celananya. Dia hanya mengenakan BH dan CD saja, kemudian tiduran di sampingku. "Ihhh mandi sana" tegurku, "Ntar, abis lagu ini" jawabnya singkat.

Akupun membalik badanku dan kali ini aku terlentang sambil membuka HP. "Lagi dimana Dut?" Chat Kak Stefan, "Lagi di Jkrta Kak" balasku, "Loh ke Jkrta kok gk bareng aku?" Tanyanya lagi, "Heheee, malu kak, masak tiap hari ngerepotin terus" jawabku. Ternyata Kak Stefan marah karna aku jawab begitu, Kak Stefan menjelaskan padaku bahwa selama ini dia gk pernah merasa direpotin olehku. Kemudian aku minta maaf padanya, aku tersenyum kecil. Aku merasa bahagia, padahal Kak Stefan sedang marah. Ini karena dia perhatian dan ingin terus menjagaku.

Tiba2 ... Pluk, oh shit, cd mendarat di wajahku, ahhh sial, aku mengambilnya lalu membuangnya, ternyata Viny iseng membuka cd nya dan dilemparkan ke wajahku. Aku beranjak dari tempat tidur kemudian mengejarnya. Dgn cekatan Viny masuk ke dalam kamar mandi kemudian mengunci pintu. Akupun mengancamnya. Kadang kelakuan kami emang sprti anak kecil, tapi ini yg membuat kami tetap akrab.

Saat kami masih di tim KIII, kami tidak canggung satu sama lain. Bahkan pernah suatu waktu saat sedang berada di kostan Kinal, Nadila mencukur bulu2 kemaluannya di depan kami. Atau saat Nat sedang memijat Kinal yg sedang bugil. Tidak ada diantara kami yg memiliki ketertarikan sesama jenis secara sexual, jadi selama ini kami nyaman2 saja walaupun harus mandi bareng, seperti dulu saat sedang konser di Surabaya. Aku, Kinal, Kak Yona dan Nat mandi bareng di dalam kamar mandi hotel. Bahkan kulihat Kak Yona menyentuh2 Buah Dada Natalia. Dia kagum karna buah dada Nat begitu besar dan kencang.

Skip ah, gk pantes untuk dibicarakan, hehehe. Kemudian aku melihat beberapa foto di kamar Viny. Ada beberapa foto cowok di situ, wajahnya lumayan ganteng sih, badannya tegap, namun stylenya tidak anak muda banget, melainkan style kantoran namun tetap modis, inikah Kak Andre? Ahh sudahlah, kemudian aku kembali memutar lagu Payung Teduh tadi dari laptop Viny. Nada dan lirik yg begitu dalam menyentuh ke hati yg terdalam. Lagu ini membuatku menghayal Kak Stefan.

Aku senyum2 sendiri mendengar lagu ini. Kubayangkan Kak Stefan dgn wajah cemberut sedang memarahiku karna aku gk nurut dgnnya. Hihihi, bener2 bandel diriku. Suara pintu kamar mandi terbuka, keluarlah Viny hanya berlilitkan handuk saja. Aku ingin membalas perbuatannya. Kuraih handuknya kemudian kutarik. Viny melawan hingga kami berdua saling tarik. Karna kalah tenaga handuk Viny pun terlepas dan kini dia bugil di hadapanku. Kemudian aku berusaha memotretnya, Viny pun marah, kali ini marahnya serius. Akupun mengurungkan niatku dan mengembalikan handuknya.

"Itu kak Andre ya?" Tanyaku sambil menunjuk foto yg tadi kulihat, "Iya, knp? Awas jangan naksir ya" jawab Viny sambil memakai make up, "Ihhh bukan tipe aku tau" jawabku ketus. Kemudian akupun kembali senyum2 sendiri sambil membayangkan Kak Stefan. Dia adalah sahabat Kak Naomi dan akan menjadi adik iparnya kelak, kami bulan madu ke Jepang, kemudian punya anak kembar. Wah hayalanku makin liar. Dan ini pertama kalinya bahwa aku mengakui klo aku sedang jatuh cinta.

"Kmu kenapa Dut? Senyum2 sendiri", tanya Kak Viny mengaburkan hayalanku. Aku pun seakan2 tidak ingin menikmati perasaanku seorang diri. Kuceritakan pengalamanku dgn Viny, namun dgn catatan, ini harus dirahasiakan dari siapapun. Tapi aku tau siapa Viny, dia adalah orang yg selalu memegang janjinya, dan dia bukanlah tipe cewek yg suka gosip. Cerita pun terus mengalir, hingga tak terasa Viny sudah siap dengan dandanannya yg casual. Kami tidak langsung beranjak pergi, karena Viny masih ingin mendengarkan cerita2ku. Cerita yg begitu jujur tanpa ada tambahan ataupun dikurangi sedikitpun.

Viny tersenyum mendengar ceritaku lalu menyuruhku untuk berkata jujur dgn Kak Naomi. Tapi aku menolaknya, dgn alasan aku ingin ditembak terlebih dahulu oleh Kak Stefan barulah kuberi tau Kak Naomi. Karna pasti aku akan ditertawakan olenya, sebab Kak Stefan dan Kak Naomi benar2 sahabat deket. Mamahku pun begitu percaya dgn Kak Stefan. Gak terasa aku bercerita lebih dari 1 jam. Kemudian kami memutuskan untuk bergegas menuju ke salah satu mall. Kami berdua turun dan menuju mobil Viny. Aura cinta dalam mobil ini begitu terasa, karena begitu dirawat oleh Viny.

Setiba di Mall kamipun berjalan masuk menyusuri setiap outlet yg ada. Mencari berbagai kebutuhan, mulai dari fashion, snack dan apapun yg akan bermanfaat untuk dibawa ke Jepang. Padahal perjalanan kami ke Jepang masih Minggu depan, tapi aku dan Viny memiliki sifat yg sama yaitu mempersiapkan segala sesuatu begitu awal. Kami tidak banyak bicara saat itu, memanfaatkan waktu yg ada membeli berbagai kebutuhan, kemudian makan siang dan kembali berkeliling hingga sore pun tiba.

"Dut, klo mau pulang kasi tau ya, aku lagi di Jkrta" Chat kak Stefan mengejutkanku. Ohh so sweet, trnyata Kak Stefan mengikutiku sampai Jkrta. Gk mngkin dia ingin menemuiku setiap hari kalau gk ada rasa, hehehe (pede bgt sih). Setelah puas berbelanja barang2 yg akan kami bawa ke Jepang, kami pun menuju parkiran dan balik ke Apartment Viny. Seperti biasa, Viny memacu mobilnya dgn perlahan dan begitu hati2, apakah karna dia benar2 menjaga mobilnya atau memang baru bisa nyetir yahh? Akupun tersenyum.

Setiba di Apartment kami saling pamer barang2 yg kami beli. Ternyata ada hal yg mengejutkanku. Sebagian besar belanjaan Viny bukanlah untuk dirinya, melainkan untuk Kak Andre, kekasihnya yg saat ini sedang mengambil study S2 di Jepang. Viny begitu romantis dan perhatian. Sampai2 celana dalam pun dibelikannya. Dia benar2 menunjukkan bahwa dirinya sudah tepat untuk dijadikan istri.

Saat senja tiba, aku menelpon Kak Stefan dan memintanya untuk menjemputku. Sembari menunggu aku bertanya pada Viny, seperti apakah Kak Andre? Dia menjelaskan, kalau ada 2 tipe cowok yg sedang jatuh cinta, tipe pertama adalah cowok yg tidak romantis dalam perkataan namun romantis dalam perbuatan, dan tipe kedua adalah cowok yg romantis baik dlm perkataan dan perbuatan, namun kedua2nya memiliki kesamaan, yaitu porsi cinta mereka sama untuk wanita yg dicintainya, dan dia berkata Kak Andre termasuk tipe yg kedua. Seketika aku berpikir bahwa Kak Stefan termasuk tipe pertama, karena dia gk pernah romantis dalam berkata2 baik secara lisan maupun lewat chat, tapi perbuatannya begitu romantis bagiku.

Beberapa saat kemudian, sebuah chat masuk ke dalam HPku, "Dut, aku di bawah", rupanya Kak Stefan sudah menungguku di bawah. Akupun berpamitan dan segera turun. Kulihat Kak Stefan menungguku dan masih berdiri di atas motornya. Lelaki pujaanku, dan kini aku tidak malu untuk mengakui bahwa diriku sedang jatuh cinta padanya.

Akupun memakai helm dan menaiki motornya. Kulihat ke arah atas, ternyata Viny sedang melihatku sambil melambaikan tangannya. Apakah dia turut bahagia dgn perasaanku saat ini? Entahlah, seorang sahabat pasti akan mengerti. Kak Stefan mulai memacu motornya. Tidak lupa aku memeluknya dgn erat, menaruh daguku di atas pundaknya sambil memejamkan mata, membayangkan pria yg kupeluk ini adalah suamiku kelak.

BERSAMBUNG
LANJUT KE PART 5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar