Kamis, 28 September 2017

Ankoru 1 - Kembang Api Itu - Ratu Vienny Fitrilya

Tidak dapat kusembunyikan kebahagiaanku saat tiba di Bandara. Kini aku berada di Jepang, sebuah Negara dimana kekasihku sedang melanjutkan study untuk S2. Btw, aku sengaja menyembunyikan hal ini ke Kak Andre loohh, rencanaku ingin memberikannya kejutan, pasti dia akan terkejut. Selama di Jepang kami tinggal di sebuah Mess dengan pintu geser dari kayu ala2 film ninja, kecuali Kak Haruka. Hari pertama di Jepang kami menghabiskan waktu dengan beristirahat, karena perjalanan yg kami tempuh sangat panjang dan melelahkan.

Nothing special on the first day in Japan, yang ada hanyalah makan, istirahat, ngobrol dan tidur. Namun sebelumnya Sensei mengumpulkan kami semua kemudian diberi instruksi dan memberikan rundown. Kulihat di rundown kami hanya memiliki waktu bebas selama 3 hari, yaitu H-3 sebelum kepulangan kami ke Indonesia. Okee it's mean, I'm going to surprise Andre berdekatan dengan kepulangan kami. Tapi bukan berarti selama di Jepang aku gak mau chat dgn Kak Andre yaa.

Hari berlalu dengan melelahkan, kulihat raut wajah Ayana, Lidya, Kak Yona tampak begitu lusuh namun bahagia, kecuali Sinka yg tampak muram dan seperti menyimpan kesedihan. Aku tau ini pasti karena kejadian di Bandara Indonesia kemarin. Kebetulan selama di Jepang, aku ditunjuk sebagai tim Leader untuk para member, karena Kak Haruka statusnya bukan member lagi.

Selamat pagi Himawariku, teruslah menyinari hatiku, I love you. Chat dari Kak Andre di pagi ini membuatku terbangun dari lelapnya tidur. Hawa dingin menusuk tubuh, namun segarnya udara pagi tidak ingin kusia2kan. Aku membereskan kasurku yg terletak di atas. Maksudnya, kami berada di satu kamar dan di kamar ini memiliki ruangan2 yang dibatasi oleh kayu dengan pintu2 geser sendiri dan setiap ruangan ada 2 kasur susun.

Di ruangan ini aku tidur di atas dan Sinka di bawah. Saat aku akan turun, kulihat kasur Sinka sudah rapi, dan dia sudah tidak ada di kasurnya. Akupun memakai jaket dan mencoba untuk keluar dari Mess ini. Wowww, suasana pagi ini begitu indah, pemandangan tepi sungai seolah2 menghipnotisku sejenak untuk menikmati indahnya alam ini. Kulihat Sinka sedang berdiri menghadap sungai yang mengalir dan terdiam. Akupun menghampirinya.

Aku berdiri di sampingnya, tidak ada kata yg keluar. Aku hanya ingin merasakan apa perasaannya saat ini tanpa harus berbicara. Sinka masih terlihat sedih, dia masih terpukul. Tapi aku juga tidak ingin melihat sahabatku terus bersedih. "Dut, klo kmu percaya sama aku, cerita masalahmu", namun Sinka hanya melihatku sambil tersenyum sambil berkata "Gak apa2 kok Vin".

Hari ini kami harus melakukan shooting di sebuah tempat. Pengambilan gambar kali ini benar2 menghabiskan waktu seharian. Di sela2 waktu itu, aku bisa telponan dgn Kak Andre dan juga ke beberapa tempat kuliner di Jepang. Setelah itu kami kembali ke Mess. Oh iya, Mess kami terletak di daerah Asakusa, Tokyo. Kegiatan kami begitu padat, dan besok kami harus mengambil gambar di tempat yang berbeda lagi.

Hari demi hari kulalui dgn kesibukan yg benar2 padat, seakan2 tidak ada celah untuk melakukan aktifitas lainnya. Seminggu ini kami berkeliling, selain melakukan berbagai aktifitas untuk program TV kerjasama Indonesia - Jepang, kami juga tidak jarang menghabiskan waktu untuk berbelanja, karena kami juga diberi uang saku oleh sponsor.

Namun hari ini begitu beda, aku benar2 kangen Kak Andre. Aneh juga rasanya aku berada di Jepang tapi gak ada kesempatan sama sekali untuk menemuinya. Kebetulan hari ini kegiatan agak sedikit longgar. Semuanya selesai pukul 7 malam. Dan hari ini teman2ku berencana untuk mengunjungi Tokyo Skytree, hanya aku yg menolak dgn alasan ingin diam di kamar. Padahal aku ingin bertemu Kak Andre, hihihi.

Di daerah Asakusa ada sebuah Taman bernama Ueno Park, ada sebuah festival kembang api pada hari ini. Aku masih bingung bagaimana caranya membujuk Kak Andre untuk mengunjungi tempat itu saat ini. Akupun menelpon Kak Andre.

Aku: Halo Kak
Kak Andre: Halo juga Himawariku, kangen ya?
Aku: Emng kk gk kangen?
Kak Andre: Klo aku setiap saat dan setiap waktu selalu kangen
Aku: Kak, aku minta sesuatu boleh gak?
Kak Andre: Minta apa sayang?
Aku: Hari ini ada Festival Kembang Api di Ueno Park, kk kesana ya
Kak Andre: Ngapain sayang?
Aku: Fotoin buat aku ya, tapi harus hari ini
Kak Andre: Hmmmm, oke deh, tapi ada alasan lain gk?
Aku: Pokoknya klo kk sayang aku, kk ksana skrg, fotoin yg banyak, rekam trus kirim ke aku ya

Kak Andre pun menurutinya, yesss langkah pertama berhasil, aku bisa menggiring Kak Andre agar mengunjungi festival itu. Skrg aku harus siap2 lebih cepat, semoga surprise kali ini benar2 berhasil membuatnya bahagia. Aku gak sabar ketemu dengannya. Akupun membayangkan apa yg akan terjadi nanti. Hehehe.

Persiapan sudah matang dan akupun berangkat menuju Ueno Park. Saat tiba kulihat kemeriahan Festival Kembang Api sudah tampak dari kejauhan. Aku berjalan sendiri menyusuri jalan. Kanan kiriku terdapat bazaar kuliner dan juga berbagai permainan, tapi tidak ada yg menarik bagiku, karena saat ini hanyalah Kak Andre yg ada di pikiranku. Orang berlalu lalang, suasana festival benar2 terasa. Acara puncak yaitu peluncuran kembang api akan dimulai satu jam lagi. Ingin rasanya kuhubungi Kak Andre, namun di satu sisi aku ingin melihat bagaimana komitmennya, apakah dia akan datang karena kupinta?

Beberapa saat kutunggu dan pembawa acara pun berteriak, mengajak para pengunjung untuk berkumpul, melihat acara puncak yaitu peluncuran kembang api. Aku memilih untuk menjauh, berdiri di pinggir danau buatan sambil melihat ke arah kerumunan orang. Waktu pun telah dihitung mulai dari 20, 19, 18, 17, aku hanya terdiam menunggu kembang api itu meluncur. Aku tidak berusaha merekamnya. Yang kupikirkan saat ini hanyalah Kak Andre, dimanakah dia saat ini? Apakah dia ada di antara kerumunan2 orang itu? 10, 9, 8 waktu terus dihitung. "Viny?", tiba2 suara itu kudengar dari belakangku. Saat menoleh, kulihat Kak Andre sedang membawa Kamera.

Kulihat Kak Andre melebarkan tangannya, dan akupun berlari. Tidak peduli pada apa yg terjadi di sekitarku, aku berlari menuju Kak Andre, kemudian ku melompat dan kami pun berpelukan, pelukan yg sangat erat. 3, 2, 1 Kembang api pun meluncur dengan indahnya. Namun tidak seindah perasaanku kali ini. Tidak ada kata yg terucap, yg ada hanya air mata yg mengalir di pipiku akibat bahagia yg kutahan.



Kami berpelukan dengan latar belakang kembang api yg meletus di udara, menghasilnya bunga api raksasa yg menghiasi langit malam ini. Kembang api itu, sangatlah menyedihkan, berlangsung sebentar, cahaya indah itu hanya masa lalu sesaat. Kembang api itu sangatlah menyedihkan, di langit yang jauh, bunga yang mekar pun menghilang dalam keheningan.

Pelukanku pun terlepas, kami saling memandang. Senyuman tampak begitu lebar di wajah kami berdua. Kak Andre mengecup bibirku sesaat. "Surpriseeee" Kataku kepada kak Andre yg terus termangu melihatku. "It's more than a surprise" kata Kak Andre kepadaku. Kamipun kembali berpelukan, kemudian Kak Andre menarik tanganku. Kami menghabiskan waktu bermain di berbagai wahana permainan yg ada di Festival ini. Berlarian kesana kemari.

Kulihat Kak Andre menatapku dgn serius saat kubermain pancingan ikan. Kami berjalan di bawah terangnya lampion menuju tepi danau yg hening. Duduk di bawah pohon melihat kilatan cahaya dari kembang api yg meletus sedari tadi. Akupun tiduran di pundak Kak Andre, mengingat perjalanan cinta kami yg penuh liku. Perasaan ini muncul lagi. Perasaan pertama kali jatuh cinta dengannya. Apakah ini pertanda bahwa cintaku pada kak Andre tidak akan pernah pudar?

Kami duduk di sebuah kursi yg terletak di bawah pohon tanpa ada lampu yg menerangi. Suasana yg begitu romantis memberi kami inspirasi. Entah siapa yg mulai duluan, namun kami sudah saling berciuman. Lidah kami bermain dan cairan2 cinta itupun saling membasahi mulut kami. Waktu serasa berhenti, ciuman yg begitu dahsyat. Kami tidak peduli dgn keadaan sekitar, seakan2 hanya ada kami berdua di taman ini yg sedang memadu kasih menikmati suasana alam yg begitu mendukung.

Entah berapa lama kami berciuman, hingga Kak Andre melepas ciumannya. Tapi dia masih memegang pipiku, rasa cinta ini begitu dalam. Kini Kak Andre sudah ada di hadapanku, ingin rasanya tubuhku dijamah olehnya, ingin rasanya aku mendapatkan kenikmatan darinya. Ahhh pikiranku menjadi kacau, rasa cinta yg menggebu2 disisipi oleh nafsu yg tertahan. "Kak, aku pengen", entah kata2 itu tiba2 keluar dari mulutku secara tiba2. Kak Andre menatapku, kemudian kembali menarik tanganku mengajak ke suatu tempat.

Ada sebuah tempat di Ueno Park yg gelap dan jarang dilalui orang. Terdapat sebuah pohon besar di sana. Kak Andre mengajakku menuju ke balik pohon besar itu, kemudian dgn sigap dia membuka sabuk dan menurunkan celananya. Ini adalah kode bagiku, akupun ikut menurunkan celana kulot yg kukenakan. Kulihat penis Kak Andre belum begitu tegang, akupun jongkok di depan penisnya. Kumasukkan penisnya ke dalam mulutku.

Kuisap penisnya dgn pelan sambil kukocok. Aku memaju mundurkan kepalaku, mengocok penis Kak Andre menggunakan mulutku. Baru beberapa saat penis Kak Andre sudah sangat tegang dan keras. Melihat hal ini, segera kubalikkan badanku dan aku berpegangan pada batang pohon. Aku membelakangi Kak Andre dan sedikit kutunggingkan pantatku. Aku memejamkan mata dan kuserahkan tubuhku pada Kak Andre untuk dijamah. Entah apa yg akan dilakukannya.

Kurasakan sebuah jilatan yg menyapu kemaluanku. Ahhhh rasanya begitu nikmat. Jilatan yg membelah sela2 kemaluanku, hingga akhirnya menerobos masuk ke dalam lubang kewanitaanku. Aku tidak dapat menahan nikmatnya permainan lidah Kak Andre di dalam lubang kemaluanku. Jilatan yg makin lama makin kasar, mengobok2 rongga kewanitaanku hingga membuatku makin basah.

Kemudian jilatan itu terhenti. Aku masih memejamkan mata, menahan desahan agar tidak ada yg melihat kami. Tiba2 kurasakan penis Kak Andre mencoba menerobos kemaluanku, rasa yg telah lama kurindukan kini akan kunikmati kembali. Ahhhhhhh, sungguh nikmat rasanya ketika dinding kewanitaanku diterobos oleh penis Kak Andre yg begitu keras. Ahhhhh, Ahhhhhh aku hanya bisa pasrah mendapatkan perlakuan yg begitu kurindukan ini. Aku menopang tubuhku pada batang sebuah pohon besar. Suasana yg begitu gelap menghalangi pandangan orang lewat.

Kak Andre terus menggenjot kemaluanku. "Ahhhh terus kak, yg cepet kak" pintaku agar Kak Andre mempercepat goyangannya. Penisnya begitu memenuhi liang kewanitaanku. Rasanya begitu dahsyat. Ahhhhhhh, rasa nikmatnya makin menjadi, genjotannya mebuatku makin kehilangan kendali, desahanku makin keras seakan2 aku tidak peduli bahwa ini adalah tempat umum. Ahhhhhh ahhhhh tiba2 ada yg mendesir dari dalam kemaluanku. Aku akan mencapai puncak. "ahhhh kak, aku mau keluar", perkataanku diikuti dgn makin kerasnya genjotan Kak Andre.

Sentuhan paha Kak Andre dan pantatku makin keras menimbulkan suara yg kurindukan. Tiba2, ahhhhhhh, aku merasakan ada yg keluar dari lubang kemaluanku. Ahhh, akupun orgasme. Lututku jadi lemah, tapi Kak Andre dgn gagahnya terus menghujamkan penisnya, makin lama makin cepat, perasaan cintaku makin dalam padanya. "Vin aku mau keluar", kata2 itu yg selalu ingin kudengar dari Kak Andre, dan dia mencabut penisnya. Aku langsung jongkok dan mengisap penisnya. Kak Andre menggoyang2kan pinggulnya dan kemudian, "Ahhhhhhhhh" terdengar suara desahan Kak Andre yg begitu panjang.

Kurasakan cairan sperma memenuhi mulutku. Cairan cinta darinya langsung kutelan habis. Kujilati ujung penis kak Andre, dan kubersihkan sisa2 sperma yg ada di ujung penisnya. Ahhhhh, betapa puasnya aku hari ini. Kami pun mengenakan celana kami, dan kembali berjalan menuju keramaian.

BERSAMBUNG
LANJUT KE ANKORU 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar