Kamis, 28 September 2017

Hidden Story Part 3 - Hasrat Terpendam - Shinta Naomi

Aku hanya terdiam sejenak, merasa khilaf. Aku mencintai adiknya, namun aku menyetubuhi kakaknya. Manusia macam apa aku ini? Naomi masih membelakangiku, dan tiba2 kudengar suara isak tangis dari Naomi. Kubelai rambutnya, "Jangan sentuh aku", tiba2 Naomi membentakku, dia terbangun dan masuk ke kamar mandi. Rupanya dia menangis di kamar mandi. Ahhhh, apa yg sudah kulakukan, aku sudah mengacaukan segalanya. Padahal selangkah lagi aku akan jadian dgn Sinka dan bisa berhubungan dengan bahagia, tapi nafsu mengalahkan semuanya. Aku coba masuk ke kamar mandi, kuputar gagang pintu kamar mandi itu dan terbuka. Rupanya Naomi tidak mengunci kamar mandi.

Dia menangis menghadap ke cermin sambil memegang wastafel. Aku kembali memegang rambutnya, kemudian memeluk lehernya. "Kenapa kmu lakukan ini?" Tanya Naomi dgn suara yg begitu sedih, "Maaf ya Naomi, aku khilaf, aku sedang dikuasai nafsu". Kemudian Naomi menyenderkan kepalanya di pundakku. Aku mengelus2 rambutnya, "Kamu mau kan maafin aku?" Pintaku, "Tapi gmana Dudut?" Tanya Naomi, "Dia jangan sampe tau" pintaku kembali. Tangisan Naomi sedikit mereda, dia masih tiduran di pundakku. Perbuatan nakal ini membuat kami tidak sadar kalau kami masih dalam keadaan telanjang bulat.

Kami saling melihat satu sama lain melalui cermin di depan kami. "Kamu jangan sakitin Dudut ya" Pinta Naomi kepadaku, "Iya Naomi, aku cinta sama Dudut", jawabku. Kemudian Naomi tersenyum padaku.

Melihatnya tersenyum aku jadi lega, perasaan bersalahku pun hilang berganti dgn perasaan bahagia. Aku masih memeluk lengannya dan Naomi masih menyenderkan kepalanya di pundakku. "Tapi tadi kamu menikmatinya kan?" Tanyaku iseng, "He eh", jawab Naomi singkat, "Suka gak?" tanyaku kembali, "Iya aku suka" jawab Naomi, "Trus knp kamu nangis?" tanyaku, "Abis kmu nakal, cintanya ama adikku, tapi MLnya ama aku" jawab Naomi sambil cemberut, "Mandi yuk" kataku. Kemudian Naomi hanya mengangguk. Kuisi bath up dengan air hangat dan beberapa menit kemudian penuh.

Kami berdua masuk ke dalam bath up dgn air hangat. Di dalam bath up kami berdua hanya terdiam sambil menikmati berendam di air hangat. "Minta tolong lap punggungku donk", Naomi minta tolong padaku, kemudian dia duduk membelakangiku. Kuambil wash lap, sebuah handuk kecil yg kucampur dgn sedikit sabun cair dan mulai mengoleskannya ke punggung Naomi. Punggungnya begitu mulus dan licin, kulitnya begitu putih. Kubersihkan punggungnya dgn merata. Kemudian kulemparkan wash lap tadi ke pinggir bath up. Aku menggantinya dgn tanganku. Tanganku merasakan lembutnya punggung Naomi. Tanganku yg semula hanya "bermain" di punggungnya kemudian berpindah ke depan.

Kusentuh samping payudaranya, hingga kugenggam buah dadanya. Kuremas dgn perlahan, kutarik tubuh Naomi agar dia menyandar di tubuhku. Kini tubuh Naomi bersandar pada tubuhku, sementara kedua tanganku tengah sibuk meremas payudaranya sambil sesekali memainkan puting susunya. Kulihat Naomi hanya memejamkan matanya sambil menggigit bibir bawahnya.

Pikiranku kembali kacau, ahhh apa yg kulakukan ini, aku tidak sanggup melanjutkannya, tapi di satu sisi, apakah aku akan menyia2kan seorang gadis cantik yg tengah bugil di depanku dan sedang dikuasai oleh nafsu ini? Tangan kiriku meremas dgn lembut, sementara itu tangan kananku mulai turun dan menuju ke selangkangannya. Secara refleks Naomi mengangkangkan kedua kakinya, hingga tanganku dapat dgn leluasa menyentuh kemaluannya. Kumainkan klitoris Naomi dan kemudian jariku berusaha untuk menerobos ke dalam liang kewanitaannya. Kurasakan cairan pelicin yg sudah membasahi lubang senggama milik Naomi ini.

Hanya dgn sekali percobaan jariku sudah mampu masuk ke dalam kemaluan Naomi. Kurasakan cairan yg membasahi jariku, membuat dinding vaginanya menjadi licin. Naomi menggelinjang dan mendesah mendapat perlakuan seperti ini dariku. Naomi menyandarkan kepalanya dan menghadap ke arahku, tangannya meraih kepala belakangku kemudian ditariknya hingga kami pun berciuman.

Lidah kami bermain begitu dahsyat, mengiringi nafsu yg mendesir di tubuh kami. Penisku yg tegang seakan2 terasa tertahan karena masih tertekan oleh bokong Naomi yg bersender di tubuhku. Semakin kupercepat kocokan jariku di dalam vagina Naomi. Goyangan pinggulnya makin kencang seirama dgn desahan yg makin keras dengan suara Naomi yg begitu khas.

Suara gemericik air akibat kocokanku ke dalam lubang kewanitaan Naomi menambah nikmatnya suasana malam ini. Ciuman Naomi makin kasar, permainan lidahnya di dalam mulutku benar2 gila, hingga akhirnya Naomi mengangkat pantatnya seakan2 membantu jariku agar masuk makin dalam. Makin kupercepat permainan jariku, sementara tangan kiriku terus memainkan puting susunya yg sudah mengeras sejak tadi. Mmmmmphhhh mmpphhhhhh Naomi sepertinya ingin berkata sesuatu, namun ciuman kasar kami membungkam mulutnya. Dan tiba2 tubuh Naomi mengejang, ahhhhhhh kak, aku keluar, ahhhhh, tiba Naomi melepas ciuman kami dan berteriak.

Begitu cepatnya cewek ini orgasme, aku kembali menciumnya dgn lembut. Kami berciuman dgn mesra, namun kali ini tangan Naomi yg bergerilya, dia mengocok penisku. Rasanya begitu luar biasa saat Naomi dgn terampil memainkan penisku. Beberapa menit dia melakukan itu membuatku tak tahan ingin segera menikmati lubang kewanitaannya. Kusuruh Naomi berdiri membelakangiku. Naomi berpegangan pada bibir bath up sehingga posisinya nungging saat ini. Namun aku tidak ingin segera menghajar lubang kemaluannya dgn penisku. Kujilati vagina Naomi, ahhhhhh geli bgt ahhhh. Naomi hanya meracau merasakan jilatanku.

Rasa asinnya membuatku makin liar, kusapu cairan2 kenikmatan yg tersisa di kemaluan Naomi. Kurasakan bulu2 halus sedikit mengganggu lidahku. "Masukin donk, pliiis" Tiba2 Naomi merengek padaku. Tapi kali ini aku yg pegang kendali, aku terus menjilati kemaluannya.

Stefan masukin donk, pinta Naomi dgn suara yg sangat manja dicampur desahan yg begitu membuatku makin gila. "Masukin, entot aku, ahhhhhh" Rupanya Naomi sudah benar2 gak tahan ingin segera merasakan rudalku. Akupun berdiri dan mengarahkan penisku ke lubang kemaluannya. Dengan sekali hentakan, ahhhhhhhhh desahan Naomi begitu panjang seiring dengan masuknya penisku ke dalam vaginanya. Kugenjot Naomi dgn penuh semangat dan tempo yg sedang. Kupegang kedua payudaranya, dan ini membuat Naomi hanya memejamkan mata sambil mendesah.

Bongkahan pantat Naomi menambah pemandangan indah di hadapanku. Kuhajar lubang kenikmatannya tanpa ampun. "Ahhhhh ahhhhh terus, yg kenceng" Naomi makin liar. Genjotanku makin keras dan cepat. Suara nyeplak terdengar begitu keras akibat benturan pantat Naomi dan pahaku. Genjotanku makin keras, kuremas pantat Naomi hingga lubang anusnya sedikit terlihat. Ahhhhhh, aku tidak sanggup menahan kenikmatan ini, ahhhhh ahhhhh, lubang yg begitu nikmat. Cewek cantik ini benar2 membuatku tergila2 dan ahhhhhhh crot crot crot, lebih dari 8 kali spermaku menyembur di dalam kemaluan Naomi. Akupun memeluk tubuhnya dan tidak ingin buru2 mencabut penisku.

Naomi hanya mendesah pelan dan, "Kamu udah keluar?" Tanya Naomi, "Iya, udah" jawabku, "Kok keluar di dalem sih?" Tanya Naomi kembali dgn nada kesal, kemudian Naomi menarik tubuhnya hingga penisku terlepas dari lubang kenikmatannya. "Kok kamu keluarin di dalem Stefan?" Dia kembali bertanya padaku, aku tidak tau mau jawab apa. "Kalo aku hamil gimana coba? Siapa yg mau tanggung jawab?", Naomi terus mengomel.

Lagian kamu udah besar kok masih aja bego sih, udah tau mau keluar gak langsung dicabut, malah ngecrot di dalem, Kamu mikirin enaknya aja sih, gk mikirin ke depannya gmana. Seakan2 gak pernah puas, Naomi terus mengomeliku sambil melanjutkan mandi. Akhirnya kami berdua pun selesai mandi dan kami memakai pakaian kami masing2. Naomi rebahan di kasur karena kecapean, sedangkan aku duduk di sofa.

Kamu kok entot aku lagi sih? Tanya Naomi dgn bahasa yg frontal. "Maaf aku khilaf" Lagi2 jawabanku hanya itu saja. "Goblok, klo khilaf itu sekali, klo dua kali namanya demen", jawab Naomi dgn nada kesel, "Iya demen jg sih" jawabku dgn nada bercanda. "Trus skrg gmana nasib Dudut?" tanya Naomi. "Ya udah, ntar dia balik ke Indonesia aku pacari deh", jawabku. "Pokoknya kamu harus pacaran ama dia" kata Naomi. "Tapi Aku mulai sayang ama kamu" aku mencoba jujur. "Jangan ngaco, pokoknya kmu harus ama Dudut" jawab Naomi dgn tegas. "Kok kamu maksa aku sih? Aku mulai sayang ama kamu, emng gk boleh?" jawabku kembali. Naomi hanya terdiam.

Aku menghampirinya dan rebahan di sampingnya. Kubelai rambutnya sambil berkata, "Aku jujur, aku mulai ada rasa ama kamu", Naomi hanya menatapku dgn mata sayunya. "Udah ahh, yuuk keluar, ntar pengen ngentot lagi lu", kemudian Naomi berdiri dan kamipun beranjak turun menuju parkiran. Naomi saat ini tinggal di Apartment Viny, namun kuajak makan malam terlebih dahulu.

Saat makan malam aku terus mengungkapkan perasaanku padanya. Klo boleh jujur, perlakuannya padaku selama aku di Rumah Sakit sudah membuatku jatuh hati padanya. Berkali2 aku mengatakan demikian namun tidak digubris sedikitpun. Dia hanya sibuk memainkan HPnya. Ini membuatku kesal, bener2 kesal. Akhirnya akupun diam. Makanpun sudah kami habiskan, tanpa berkata apapun, aku membayar makanan tersebut dan naik ke atas motor. Sempat ditanya olehnya, "Mau kmana skrg?" Aku hanya diam sambil kemudian memasang helmku.

Sepanjang perjalanan Naomi coba berbicara padaku, tapi aku cuekin. "Kamu knp sih?" Tanya Naomi, tapi tidak kujawab sedikitpun. Sampai akhirnya tiba di Apartment Viny. Naomi membuka helmnya dan kembali bertanya padaku, "Kamu marah ya?" Tidak kujawab sama sekali. Kupalingkan wajahku kemudian kutancap gas dan pergi meninggalkannya. Ahhh sial, knp egoku begitu tinggi ya. Aku terus menancap gas hingga akhirnya aku tersadar, gk pantes sbg seorang cowok bertindak sprti itu. Tapi dia nyuekin aku dari tadi, ahhh sudahlah bodoamat.

Aku terus menancap gas dgn rasa ego yg tinggi ditambah emosi yg terbakar di dada. Aku males berurusan dgn cewek yg sok jual mahal seperti Naomi. HPku terus berdering, aku tau Naomi terus berusaha menelponku namun tidak kuhiraukan sama sekali.

Oh My God, apa yg sudah kulakukan? Aku sudah menidurinya dan aku bersikap seperti ini? Cowok macam apa aku ini tega memperlakukan cewek seperti itu. Ahhh shiiiit, apakah aku harus menghilangkan egoku sejenak? Tapi ungkapan cintaku hanya ditanggapi dingin olehnya. Lalu bagaimana dgn Dudut? Aku sudah bermain api dan mulai terbakar. Akupun menepi dan kuambil HPku dari kantong celanaku. Saat kulihat ternyata Naomi terus menghubungiku, kasian juga klo dicuekin.

Aku: Yaa kenapa
Naomi: Jgn gtu donk jawabnya
Aku: Emng kenapa?
Naomi: Kmu marah ya?
Aku: Bukan urusanmu, udah ya
Naomi: Ya udah deh, padahal aku minta ditemenin tidur malem ini




Tiba2 Naomi menutup telponnya. Ohhh noooo, ajakan itu, ahhh pikiranku kembali kacau. Huuuhhh, ahh sudahlah, daripada aku jadi gila. Kembali kutancapkan gas motorku. Kulalui kendaraan2 yg menghalangi jalanku. Aku lagi males berpikir. Ciiiiiitttt, suara rem itu begitu garang. Aku tiba di suatu tempat dan kulihat senyumannya ke arahku, ternyata Naomi masih duduk setia menantiku. Kami pun saling tersenyum, dan malam ini aku tidur dengan Naomi. Ahhhhh betapa indahnya hidupku

BERSAMBUNG
LANJUT KE PART 4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar