Rabu, 27 September 2017

Love Story Part 3 - Believe - Sinka Juliani

Kicauan burung membangunkanku pagi ini. Aku tersenyum, bukan karena mendengar kicauan burung, namun mengingat apa yg terjadi semalam. Tapi aku selalu teringat pesan mamahku, perempuan baik2, hanya untuk laki baik2. Jadi aku akan terus berusaha menjaga mahkotaku agar mendapatkan suami baik2 dan menyerahkan segalanya kelak. "Maaf yg semalam ya", itu adalah bunyi chat dari Kak Stefan pagi ini. Ada perasaan menyesal aku melakukan hal itu, walaupun terus terbayang dan menikmatinya, tapi masih ada sedikit akal sehat yg menolak perbuatan tersebut.

Pagi ini kulalui dgn bermalas2an. Hari ini Minggu ini tidak ada show Tim J, hanya saja malam nanti aku diharuskan ke theater oleh Manajemen. Waktu luang di hari Minggu ini kuisi dgn nonton TV. Sebenarnya pingin sih bantu2 mamah di dapur, tapi mamah suka marah klo dibantu, hehehe. Kulihat Nabilah di salah satu acara TV, aku senyum2 sendiri melihat tingkah lakunya. "Ting" HPku berbunyi, "Dut, jalan yuk, bosen nih di rumah", Kak Stefan ngajak aku jalan nih :). Kubalas chatnya, kemudian kumatikan TV dan masuk kamar mandi. Kunyalakan shower dan air mengguyur tubuhku, kubasahi seluruh tubuhku, kubasuh dgn sabun. Tidak akan kubiarkan sedikitpun bagian tubuhku tidak terkena sabun. Aku ingin menjadi wangi di depan Kak Stefan, agar dia dapat merasakan aroma tubuhku.

Kubasuh dari leher, turun ke buah dada, ohhhh, aku kembali merasakan sentuhan tangan kak Stefan di buah dadaku. Mataku terpejam, tanganku kini hanya terfokus pada buah dadaku. Aku mengusap2 buah dadaku dgn sabun. Di bawah guyuran air, kuremas kedua buah dadaku. Entah kenapa remasanku membuat tubuhku menjadi lemas. Akupun tersandar pada dinding kamar mandi.

Kunikmati sentuhan demi sentuhan yg dilakukan jariku, seolah2 itu bukanlah milikku. Ahhhhh, lenguhan itu keluar dari mulutku seraya jariku memainkan puting susuku. Sosok Kak Stefan begitu nyata di dalam imajinasiku. Mataku terus terpejam seakan2 takut kenyataan akan menghapus kenikmataanku saat ini. Kumainkan kedua puting susuku. Membuaku refleks menyilangkan kakiku. Srrrrr, sesuatu mendesir dari lubang kemaluanku, entah apa itu. Namun rasanya hal itu menuntun tanganku untuk menyentuhnya. Perlahan tangan kiriku turun menuju mahkotaku yg paling berharga. Kurasakan bulu2 halus yg selama ini selalu kurawat rapi, dan tibalah jariku di antara sela2 lubang kemaluanku.

Inikah klitoris? Inikah yg dapat membuat wanita manapun menjadi bertekuk lutut? Aku ingin membuktikannya. Sentuhan jariku yg begitu lembut membuatku makin terjebak di dalam dunia khayalan yg begitu nyata. Kurasakan tangan Kak Stefan menyentuh kewanitaanku. Ahhhhhhh... Ahhhhhh.. Ahhhhhhh... Apa yg kulakukan membuatku makin liar, entah rasa geli atau nikmat yg kurasakan. Keduanya menyatu dikirim ke otak melalui sel2 saraf. Apa yg kulakukan ini membuatku makin gila, kupercepat sentuhanku di klitorisku sendiri, seolah2 itu tangan Kak Stefan yg sedang bermain di bawah hangatnya guyuran air.

Kenikmatan demi kenikmatan terus memuncak, makin lama makin nikmat. Aku menggigit bibir bawahku, kenikmatan ini benar2 luar biasa. Melebihi kenikmatan apapun yg pernah kurasakan seumur hidupku. Ahhhhhh.. Ahhhhhh, tiba2 air kencingku keluar. Aku hampir terjatuh karena secara refleks lututku kehilangan tenaga. Air kencingku terus mengguyur lantai kamar mandi disertai desahanku yg begitu kuat. Betapa nikmatnya aku kencing kali ini, apakah ini yg dinamakan orgasme?

Ohh tidak, aku berbuat salah. Aku sudah berbuat kesalahan terhadap Kak Stefan. Aku mengajaknya masuk ke dalam khayalan dosa ini. Akupun menyelesaikan mandiku, kemudian mengeringkan badan dan mulai merias diri. Kubuka lemari pakaianku, kupilih satu persatu hingga aku menemukan Sexy Dress Casual berwarna putih, lalu kupadu dgn celana jeans. Setelah memastikan semuanya siap, akupun chat Kak Stefan.

Gak sampe 15 menit kemudian, Kak Stefan tiba di depan rumahku. Akupun berpamitan dgn ibuku dan keluar menemui Kak Stefan. Ternyata Kak Stefan ingin mengajakku ke Ancol. Wah, jauh bgt, tapi ya udah deh, itung2 liburan jg. Perjalanan pun dimulai. Seperti biasa, jagoan jalananku memperlihatkan skillnya dalam mengendarai motor. Entah kenapa aku gak ada perasaan khawatir sedikitpun kalau Kak Stefan yg memboncengku. Ahhh ini hanyalah pemikiran subyektif dari diriku saja, hehehe. Jalanan begitu macet, tapi tidak membuatku kesal sama sekali. Apakah karena selama perjalanan aku dapat memeluk tubuh kak Stefan? (Ehh Dudut, inget pesen mamah) ohh iya iya, maaf.

Perjalanan ini terasa begitu panjang. Karna macet kali yak? Hingga akhirnya kamipun tiba, sudah terlihat kemacetan yg begitu luar biasa. Tapi ini gak menyurutkan kami untuk masuk ke dalam.

SKIP SKIP kamipun bermain, berlari, saling kejar, saling berpegangan tangan, wah bener2 seperti di Film India nih. Kami berdua tertawa lepas, benar2 bahagia. Aku tidak ingin melalui hari itu. Aku ingin waktu diberhentikan untuk sementara waktu. Aku belum pernah merasakan kebahagiaan seperti ini. Selama ini orang yg kusayang hanyalah Ayahku, Mamahku, Kak Naomi dan sahabat2ku di JKT48. Tapi kali ini rasanya begitu berbeda. Rasa sayang yg lebih egois dari sebelumnya. Rasa sayang yg hanya milikku, dan gak boleh dibagi. Ohhh apakah aku jatuh cinta? Ahhhhh buang jauh2 perasaan itu, aku seorang idol, gk boleh pacaran, inget golden rules.

Bagiku Golden Rules hanyalah peraturan yg dibuat2, tidak semua mentaati, namun bagiku, Golden Rules adalah sebuah peraturan yg harus dipegang olehku dgn penuh komitmen atas dasar penghormatanku terhadap para fans yg sudah berjuang. Tapi kebahagiaan ini apakah harus kubuang demi peraturan itu? "Siapapun berhak memperjuangkan kebahagiaannya sendiri" Tiba2 aku teringat kata2 Viny saat di kedai kopi beberapa waktu lalu. Viny menjadi orang yg puitis sejak menemukan cinta sejatinya. Apakah aku akan menjadi seperti dia?

(Dudut sayang, kamu dan kak Stefan tu gk ada hubungan apa2) Ahhhh tiba2 pikiranku memecah semua khayalanku. Pikiran yg membuatku murung, aku dan kak Stefan hanya berteman. Trus apa maksud Kak Stefan dgn semua ini? Apakah aku hanya terus dianggapnya teman?

Gak terasa sudah sore hari. Kami berdua makan di salah satu Food Court di Ancol. "Kamu knp Dut? Kok tiba2 murung?" tanya Kak Stefan, "Ehh gpp kak, aku biasa aja kok" jawabku. Ternyata aku gk bisa menyembunyikan kegelisahaanku. Mimik mukaku tiba2 berubah setelah menerima kenyataan bahwa kita masihlah teman biasa. "Dut, aku mau ngomong sesuatu", mataku langsung menatap wajahnya. Apakah dia akan menembakku? Senjata apa yg akan digunakannya? Deg2an bgt. "Iya kak, mau ngomong apa?". "Kita sudah beberapa lama jalan bareng" Kata Kak Stefan, "Iya terus?" jawabku. "Gw merasa ....." Kriiiiiiiiiing, tiba2 HPku berdering.. Noooooo, ganggu aja sih Kak Naomi.

Kak Naomi: Dut dmana lu?
Aku: Jln2, knp?
Kak Naomi: Lagi ama Stefan gak?
Aku: *T^#$&& Mmmm ehhhh mmm .. Nggak kak (akupun berbohong)
Kak Naomi: Ohhh, HPnya gk aktif, gw ada perlu ama dia, ya udah, ati2 ya sayang
Aku: Iya kak

Kuberitau pada Kak Stefan, Kak Naomi sedang mencarinya dan aku berkata bohong pada kak Naomi. Kak Stefan pun terlihat kebingungan. Setelah makan kami pun bergegas pergi. Entah apa yg mau diomongkan tadi, tapi kulihat mood Kak Stefan tiba2 hilang. Kami pun sepakat untuk menyudahi liburan kali ini. Aku minta Kak Stefan mengantarku ke Fx, karna malam ini aku ada meeting. Kak Stefan mengantarku kemudian diapun berpamitan dan kami berpisah. Kebahagiaanku seolah2 sirna tak tersisa. Hatiku tidak sedih namun hambar.

Akupun segera masuk ke dalam Mall dgn langkah cepat. Kulihat beberapa fans duduk di lantai FB, entah apa yg mereka lakukan. Terkadang aku bingung dgn apa yg dilakukan oleh beberapa fans. Mereka sudah melihat kami di theater, bahkan berinteraksi di social media, walaupun tidak interaksi dua arah tapi mereka masih tetap nungguin kami di lobby fx, di shelter, bahkan ada juga yg nekat ngikutin kami kmanapun kami pergi. Ahhh udahlah.

Aku segera naik ke F4 melalui lift. Saat di lift ada beberapa cowok. Aku berdiri di sudut lift, dan tiba2 seorang cowok mengeluarkan HPnya dan merekamku dgn video. Dia berpura2 sedang ngetik, tapi dia lupa mematikan lampu HPnya. Aku hanya tersenyum melihat tingkah lakunya. Saat tiba di F4 akupun keluar dari lift. Aku masuk ke dalam theater. Kulihat beberapa member di sana, ada Viny, Lidya, Kak Yona, Kak Haruka dan Ayana. Wah ada Kak Haruka nih, "Cieeee ada artis, gmana kabar Sule?" Aku bertanya dgn nada bercanda padanya. Kami pun ngumpul dan harap2 cemas. Ada pengumuman apa hari ini. Hampir satu jam kami menunggu lalu keluarlah Kak Melody dan Miss Naoki dari perwakilan PT. Dentsu. Kak Melody menjelaskan pada kami.

Temen2 semua, ada banyak permintaan untuk program reality show di Jepang, dan kebetulan JKT48 dipilih oleh sponsor untuk menjadi pembawa acara sekaligus pengisi acara dalam program TV tersebut. Nah kenapa hanya kalian yg dipanggil untuk meeting kali ini? Karena kalian lah yg akan mewakili JKT48 untuk terlibat dalam acara tersebut. Persiapan dimulai sejak besok, dan 2 Minggu lagi kalian akan berangkat ke Jepang. Kami pun bersorak kegirangan, kami saling berpelukan, dan kulihat Viny meneteskan air mata. Aku ke Jepang lagi :)

BERSAMBUNG
LANJUT KE PART 4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar