Semakin hari kualitas cintaku makin bertambah terhadap Kak Stefan, diapun semakin menunjukkan bahwa dirinya adalah lelaki bertanggung jawab yg akan membawaku ke pelaminan. Walaupun hingga hari ini, tidak ada komitmen apapun tentang hubungan kami. Perlakuannya terhadapku layaknya seorang kekasih, namun sebagai seorang gadis remaja aku tetap butuh sebuah komitmen dan status, tapi aku juga gengsi untuk bertanya terlebih dahulu. Rasanya emang tersiksa, aku bertahan pada prinsipku bahwa cewek gak pantes nembak duluan.3 Hari lagi adalah perjalananku ke Jepang. Menurut Manajemen, aku akan di Jepang selama 3 Minggu, karena pengambilan gambar dan juga berbagai acara selama di sana. Dan apakah aku akan meninggalkan Kak Stefan selama 3 Minggu tanpa ada status apapun? Pikiran itu terus berkecamuk di dalam kepalaku bersamaan dengan suara notifikasi di HPku. "Jalan yuk, aku mau ngomong sesuatu" ternyata Kak Stefan nge chat aku. Mungkin inilah saatnya dia mengutarakan perasaannya. Setelah membaca chat darinya, rasanya semangat dalam tubuhku benar2 menggelora. Tidak ingin kubuang waktu sedetik pun. Aku segera bersiap2 dan menelponnya untuk menjemputku.
Setelah tiba akupun segera naik ke atas motornya. Tanpa bertanya kemana, aku memeluknya dan memasrahkan diriku untuk dibawa kemana saja olehnya. Perjalanan kali ini terasa begitu indah namun membuat jantungku berdegup kencang. Tidak sabar omongan apa yg akan dikatakan olenya. Padahal dalam hati kecilku, aku sudah tau apa yg akan dikatakannya.
Saat sedang di perjalanan, tiba2 HPku berdering berkali2, kemudian saat kuangkat, ternyata Viny menelponku dan berkata bahwa sore ini dia akan pulang ke rumah orang tuanya dan menginap di sana. Viny ingin menitip kunci Apartmentnya kepada Kak Naomi. Dia menelponku karna HP Kak Naomi gak aktif. Akupun mengiyakan dan memberitahu kak Stefan. Sebelum menuju ke Apartment Viny, kami berdua singgah di sebuah warung kecil untuk makan siang. Inilah salah satu yg kusuka dari Kak Stefan, dia menunjukkan kesederhanaan dirinya di depanku. Tidak menyombongkan diri, dan tidak sok kaya. Aku suka cowok seperti dia.
Setelah makan kami pun menuju ke Apartment Viny yg terletak di Jakarta Selatan. Saat tiba di sana ternyata Viny sudah bersiap2 dan sedang berada di dalam mobilnya. Dia mengatakan akan berangkat ke Jepang dari rumahnya. Kamipun janjian ketemu di bandara 3 hari lagi. Kami berenam yg terpilih untuk berangkat ke Jepang diberi libur theater untuk persiapan berangkat ke Jepang. Setelah menyerahkan kunci Apartment, Viny pun pergi meninggalkan kami sambil berkata, ada stock snack, minuman dan laptop di kamarnya, kalau saja Kak Naomi butuh.
Setelah Viny pergi, aku dan Kak Stefan ingin melanjutkan jalan2 kami, namun ingin beristirahat terlebih dahulu di kamar Viny yg ber AC tersebut. Kami pun naik ke kamar Viny dan masuk ke dalam. Aku menyalakan laptopnya yg tidak di password kemudian menyalakan lagu JKT48 setlist Boku No Taiyou.Aku tiduran dan kulihat Kak Stefan sedang bermain2 dgn laptop Viny. Beberapa saat kami terhening, hingga akhirnya aku terbangun dan bertanya "Kak, tadi mau ngomong apa?", "Mmmmm, ntar dulu ya" jawab Kak Stefan. Kemudian aku kembali tiduran, sambil menunggu apa yg ingin diomongkannya. Hampir 30 menit kami terdiam, entah apa yg sedang dilakukan Kak Stefan, apakah dia mengumpulkan keberanian? Apakah perkataan kali ini sama dgn apa yg ingin dikatakannya saat sedang di Ancol beberapa waktu lalu? Akupun kembali terduduk, "Kak", aku memanggilnya.
Kak Stefan: Dut, sorry yah, aku selama ini sprti maksa pingin anterin kmu tiap hari
Aku: Gpp kok, malah aku yg minta maaf, ngerepotin tiap hari
Kak Stefan: Aku seneng kok bisa ketemu kamu tiap hari
Aku: Oh yaa? Seneng knp?
Kak Stefan: Yaaa seneng aja sih bisa deket kamu, bisa jln ama kamu, bisa ngejagain kmu
Tetiba suasana menjadi hening, kami berdua terdiam, seperti kehabisan kata2. Kami saling tatap, entah berapa lama, namun rasanya seperti lama sekali. Dan tiba2 Kak Stefan beranjak dari duduknya di kursi kemudian berjalan ke arahku. Kak Stefan mengulurkan tangannya dan kubalas. Dia memegang kedua tanganku.
Kak Stefan: Dut, selama ini, aku mmm.. aku
Aku: Kenapa kak?
Kak Stefan: Aku suka ama kamu
Aku: (Tersenyum sambil memalingkan muka, tanda sedang malu)
Kak Stefan: Dut, mau gk jadi pacarku?
Ohh yesss, akhirnya, aku ditembak, aku ditembak, yesss. Hatiku gak karuan, perasaanku begitu bahagia, rasanya seperti melayang. Kenapa baru sekarang aku ditembak? Ahh bodoamat, yg pasti apa yg aku hayalkan akan menjadi kenyataan, aku begitu bahagia.
Kak Stefan: Gmana Jawabannya Dut?
Aku: Mmmm, gmana ya? (Sengaja menggantung sambil tersenyum)
Kak Stefan: Jawab donk, deg2an nih
Aku: Aku gk mau jawab skrg
Kak Stefan: Yahh berarti aku ditolak donk?
Aku: Siapa bilang? Aku mau jawab waktu kamu anter aku ke Bandara besok
Aku akan menjawabnya saat dia mengantar kepergiaanku ke Jepang. Namun aku yakin, pasti dia tau jawabannya. Kami berdua tersenyum dan larut dalam kebahagiaan, padahal aku belum menjawabnya. Tapi aku gak bisa menyembunyikan raut kegembiraan di wajahku. Dari ekspresiku sudah menampakkan bahwa aku bahagia dan akan menerimanya, namun aku sengaja menggantungnya. Aku ingin momen kepergianku tidak akan menjadi kesedihan bagi kami berdua dan sebaliknya akan menjadi kebahagiaan karena kita berdua akan berstatus pacaran.
Kak Stefan menarik kedua tanganku, membuatku terbangun, dan kami pun berpelukan.
Matahari selalu terus, melihat mimpi
walaupun disembunyikan oleh awan hujan
Ingatlah ada orang yang sedang menantimu
Hanya engkaulah.. sang Matahariku
Hanya kamu lah.. Sang Matahariku
Lirik lagu Boku no Taiyou mengiringi pelukan kami berdua. Seakan2 aku sudah menjawabnya, padahal aku masih menggantungnya, tapi kebahagiaan ini begitu nyata. Kulihat pancaran aura di wajahnya yg tersenyum lebar. Kulihat kedua matanya yg menatap tajam kedua mataku menyiratkan masa depan yg siap kita jalin berdua. Nafasnya yg berat menandakan kerja keras dirinya untuk membahagiakanku dan akhirnya bibir kami pun bertemu. Kami berciuman menyambut kebahagiaan ini, kebahagiaan yg sebenarnya masih kugantung tapi sudah kurasakan sejak hari ini. Ciuman kali ini begitu mesra, di bawah dinginnya AC dan ditemani alunan lagu Boku No Taiyou yg begitu memberi semangat.
Lidah kami saling bertemu dan saling melilit. Betapa terampilnya Kak Stefan memainkan lidahnya di dalam mulutku. Seolah2 tidak mau kalah, akupun membalasnya, lidahku menari2 di dalam mulutnya. Nafas kami berdua menjadi berat.
Mataku terpejam merasakan nikmatnya permainan lidah Kak Stefan. Lalu tiba2, rasa ini kembali muncul. Rasa yg membuatku lupa segalanya, sebuah remasan kecil di buah dadaku. Remasan yg begitu lembut dan perlahan. Membuatku mabuk kepayang, dan entah kenapa, saat Kak Stefan menaruh tangannya di perutku, dan berusaha menyingkap bajuku dan ingin menerobos ke dalam hingga menyentuh dadaku, seakan2 aku membantunya. Ku renggangkan tubuhku agar tangannya lancar menuju buah dadaku. Hingga akhirnya kurasakan jarinya menerobos BHku dan menyentuh puting susuku.
Ahhhh, rasanya begitu nikmat. Ahhhhh, tanpa tersadar, aku melenguh. Ciuman kami masih mesra dan panas. Aku meraih tangannya dan mengarahkannya ke belakang, menuntunnya untuk membuka kaitan BHku. Hanya dgn sekali usaha, terbukalah BHku dan kini tangannya dgn bebas menyentuh buah dadaku tanpa ada penghalang apapun. Rasanya tidak dapat diungkapkan dgn kata2. Ini pertama kalinya bagian sensitif tubuhku disentuh oleh seorang pria dgn begitu lembut dan penuh rasa cinta.
Dgn perlahan tangan Kak Stefan mengangkat bajuku. Entah apa yg akan dilakukannya, namun aku tidak bisa berontak sedikitpun, aku menikmatinya hingga kemudian kedua buah dadaku menyembul keluar dan tidak tertutup apapun, karena baju yg kukenakan telah disingkap olehnya. Kak Stefan menyudahi ciuman kali ini dan kemudian dia menurunkan kepalanya lalu mengarahkan mulutnya ke puting susuku.
Kak Stefan mengisap puting susuku dgn pelan. Kedua puting susuku menjadi basah, mataku terus terpejam tak kuasa menahan nikmatnya perlakuannya kepadaku. Kak Stefan mendorong tubuhku hingga aku terjatuh di atas kasur. Kemudian dia menindihku dan terus menghisap putingku. Rasanya begitu geli namun nikmat. Rasa inilah yg kurasakan saat aku menyentuh kemaluanku di kamar mandi dulu. Aku merasakan ada yg mendesir di kemaluanku. Entah apa itu. Kak Stefan terus menghisap putingku dan kedua tangannya sibuk, entah apa yg dilakukannya.
Tiba2 aku tersadar, Kak Stefan sudah membuka celana dan cdnya. Penisnya begitu tegak berdiri, ada perasaan takut pada diriku. Aku masih perawan dan aku berusaha berpikir dgn akal sehat, aku tetap memegang prinsip. Namun semuanya hancur karena nafsu setan telah menguasaiku. Aku kembali memejamkan mataku dan pasrah apapun yg akan terjadi. Kenikmatannya begitu mengalahkan segalanya. Saat ini aku tidak mengenakan baju, namun celanaku masih menempel ketat. Di satu sisi aku ingin Kak Stefan segera membuka celanaku, namun di sisi lain aku berharap Kak Stefan tidak berbuat lebih dari ini.Tangannya begitu terampil meremas payudaraku dan lidahnya begitu lihai menjilati puting susuku. Lalu tiba2 dia berbisik, "Kamu pernah ML?", kemudian kujawab dgn nada lembut "Gk pernah Kak". Mendengar hal ini Kak Stefan kembali mencium bibirku. Kembali kami saling berpagutan dan saling bertukar air liur. Lidah kami kembali saling bermain dan saling melilit.
Setelah puas berciuman, Kak Stefan kembali mengincar buah dadaku. Namun kali ini dia menjilatinya. Seluruh payudaraku hingga belahan dadaku dijilatinya hingga basah. Melihatnya seperti ini membuatku makin bernafsu. Aku memainkan kedua puting susuku dgn tanganku sendiri. Kak Stefan terus membasahi belahan dadaku dgn air liurnya. Kemudian Kak Stefan naik ke atasku. Penisnya tepat berada di depan wajahku. Entah apa yg akan dilakukannya.
Kak Stefan menaruh penisnya di antara buah dadaku, kemudian menyuruhku untuk menjepitnya dgn payudaraku. Kuturuti kemauannya, dan Kak Stefan mulai menggoyangkan pinggulnya. Penisnya terus bermain di belahan dadaku. Wajah kami saling memandang, goyangannya makin cepat dan nafsuku makin menjadi. Aku menjepit penis kak Stefan dgn kedua buah dadaku sambil meremas2 dan memainkan putingku sendiri. Kami berdua mendesah karena menahan kenikmatan yg tiada tara. Semakin kukencangkan remasanku makin aku menikmatinya. Kemaluanku kembali mendesir, sepertinya aku ingin kencing di celana, namun rasanya begitu nikmat.
Entah berapa lama kami melakukan hal itu, dan tiba2 Kak Stefan mendesah hebat, sambil menggoyangkan pinggulnya dgn cepat dan makin cepat. Kami berdua saling menatap. Cairan kencingku membasahi celana dalamku dan kemudian sebuah cairan kental menyambar mengenai wajahku dan daguku. Aku memejamkan mata, apakah ini sperma? Kemudian aku mengambil tisu dan membersihkan wajahku.
Lalu Kak Stefan tiduran di sampingku, aku memeluknya, buah dadaku menempel di lengannya. Rasanya sungguh nikmat. Kemudian Kak Stefan berbalik ke arahku dan mencium bibirku dgn hangat. Kami berdua pun bangun. Sempat kutawari dirinya untuk mandi bareng. Tapi ditolaknya dgn halus, katanya dia tidak ingin merusak keperawananku hingga kami berdua menikah.
Mendengar hal ini sebenarnya membuatku kecewa, karena aku ingin merasakan kehangatan penisnya masuk ke dalam lubang kemaluanku, namun dalam hati kecilku berkata, inilah pria yg berani menolak kenikmatan yg ada di depan matanya demi menjaga kehormatan calon istrinya kelak. Aku makin salut dan makin jatuh cinta padanya. Ingin rasanya kujawab dirinya saat ini. Namun aku akan terus menunggu hingga saat dia mengantarkanku ke Bandara menuju Jepang.
Hari ini kulalui dgn sebuah pengalaman baru. Pengalaman merasa dipuaskan oleh cowok langsung di depan mataku dan pengalaman memuaskan seorang cowok yg kucintai. Rasa ini akan selalu kuingat, karena nikmatnya melebihi kenikmatan apapun yg pernah kudapatkan selama ini. Kami pun bergegas pulang, dan saat tiba di rumah, aku hanya bisa bersalaman dan mencium tangannya, seolah2 dia sudah menjadi suamiku dan tidak lupa kukatakan "tunggu 3 hari ya" sambil tersenyum padanya.
BERSAMBUNG
LANJUT KE PART 6
Tidak ada komentar:
Posting Komentar