Hari demi hari kulalui, rutinitas yg kulakukan sebenarnya telah membuatku jenuh, namun sudah bertahun2 kulalui, apakah harus sia2 begitu saja? Satu2nya yg memberiku semangat adalah Kak Stefan. Kak Naomi sedang sibuk di tim barunya, bahkan kini dia lebih sering nginep di Apartment Kak Viny. Hari ini, hari Sabtu. Pagi ini kulewati dgn sarapan buatan mamahku. Aku tidak ada kegiatan di kampus, hanya saja show di theater malam nanti. "Ting", kubuka HP dan kulihat, "Dut, ntar malem malming yuk", wah kak Stefan ngajak malem Mingguan nih. "Oke kak, tapi ntar jemput aku di Fx aja ya, coz jam 2 aku ada show". "Jalan ke Fx jam brp?" jawab Stefan, "Nih mau jalan kak" balasku. Kami pun janjian. Kebetulan tim J kebagian show 1 malem ini dan show 2 nya Tim T.Persiapanku theateran kali ini sedikit lebih banyak dari biasanya. Perlengkapan yg kubawa termasuk jg perlengkapan untuk malam mingguan, maklum udah lama bgt gk malming ama cowok. Akupun berpamitan dgn mamahku, "Ati2 ya sayang" kata ibuku. Seperti biasa, aku naik Bis untuk ke Fx, sebelumnya kupesan Gojek terlebih dahulu. Kubuka Aplikasi tersebut sambil berjalan ke halaman rumahku, kemudian aku menentukan tujuanku, yaitu pool Bis yg biasa menuju ke Jakarta, tiba2 "Dut, yuuk gw anter", "Loh Kak? Kapan kesini?" tanyaku heran, "Nih Baru nyampe", kata Kak Stefan. Awalnya aku merasa gak enak, sambil senyum2 (tau sendiri lah cewek kyk gmana, hehehe).
Kamipun menuju Jakarta berdua. Seperti biasa, Kak Stefan terlihat begitu macho di jalanan, seperti Marquez, meliuk2 melewati apa saja yg menghalangi jalannya. Kok Marquez sih? Mau sebut Rossi tapi ketuaan, hehehe. Akhirnya tiba jg, aku turun di depan Hotel Century, sprti biasa, sembunyi2. "Kk skrg kmana?" Tanyaku, "Aku tunggu di rmh temen" jawabnya, "Oke Kak, ntar ku chat klo udah siap yaa" jawabku sambil tersenyum. Kami pun berpisah. Kulihat Kak Stefan dari belakang meninggalkanku, hingga akhirnya hilang dan tertutup oleh kendaraan lain.
Akupun berjalan pelan menuju Fx sambil kubuka HPku. Ku cek twitter, Oh Shit, sebuah Fanbase mengupload fotoku yg membuatku begitu risih. Foto ini diambil dari bawang panggung saat event beberapa waktu lalu, yg bikin aku kesel, si fotografer emng keliatan bgt ngincer bagian selangkanganku. Kulihat komentar2 mereka, hanya ada 1 atau 2 org yg menegur, lainnya memuji bahkan ada yg mengeluarkan kata2 gk pantas untuk seorang gadis sepertiku. Bagiku organ pribadiku adalah hal terpenting yg akan kujaga dan hanya akan kuserahkan untuk suamiku nanti.
Saat kuberjalan menaiki lift, kutekan tombol F4, pintu lift pun tertutup perlahan dan tiba2, Eiitsss, ada tangan yg menghalangi, pintu lift kembali terbuka dan 2 org masuk ke dalam lift. Oh nooo, trnyata itu kak Dimas dan temannya. Aku hanya tersenyum melihat dia, kami sama2 menuju F4. "Yg tempo hari, pacar lu ya Dut?" tiba2 pertanyaan itu memecah keheningan, belum sempat kujawab pintu lift sudah terbuka dan akupun berlari kecil menuju belakang theater.
Beberapa jam sebelum show dimulai, aku mengeluarkan segala perlengkapanku, akupun masuk ke ruang ganti trlebih dahulu. Saat kubuka baju dan celana, ohh shit, aku kelupaan, aku gk pake hot pants, aku hanya memakai CD. Gk mngkin aku theateran tnpa Hot Pants, bisa jadi makanan empuk para wota2 mesum. Emang gak semua sih, tapi banyak jg yg mesum lhoo. Akupun memanggil Kak Shanju dan menceritakan hal ini. Kak Shanju minjemin Hot Pants milik Angel, saat itu kebetulan dia bawa 2. Saat kupakai, rasanya begitu menyiksa, super sempit. Tapi apa boleh buat, konsekuensi yg harus kuterima.
Show pun dimulai, hot pants yg kukenakan benar2 membatasi gerakanku. Membuat selangkanganku menjadi perih. Tapi terus kutahan hingga show pun selesai. Setelah selesai sesi HT, aku lagsung ganti pakaian dan membuka HP, ingin memberitau kak Stefan bahwa aku sudah siap. Begitu HP kubuka, ehh trnyata ada chat dari kak Stefan, "Dut, maaf ya, tiba2 Naomi ngajak aku jln2, mau nolak bingung alasannya apa", yahhh, gk jadi deh malming ama Kak Stefan, padahal pengen bgt. Akupun tertunduk lesu, dan murung. "Apaan sih Kak Naomi, pake ngajak2 Kak Stefan segala", aku mengeluh dalam hati.
Aku terus mengumpat dalam hati, lalu tiba2 aku tersadar, ehh, aku dan kak Stefan kan gk ada hubungan apa2, kok aku kesel ya? Tapi ... mau pulang, bete, mau diem jg bete. Ahh mending nongkrong di Kedai Kopi samping Lobby Fx aja deh. Akupun berjalan menuju F1. Kulihat banyak mata melihat ke arahku, yaa aku mengerti mereka adalah fans. Aku sayang ama mereka walaupun ada beberapa di antara mereka yg selalu bikin aku kesel. Aku bener2 kesel ama akun2 socmed yg sering post foto2 salkusku, apalagi ada akun yg bikin cerita sex dan aku jadi pemerannya. Uhh, maunya apa sih, pingin kutemui orgnya dan kutampar. (Heiii sadar Dut, ini konsekuensi lu jadi idol).Kemudian aku masuk ke kedai kopi tersebut dan kulihat seseorang yg sepertinya kukenal. Kuhampiri dia, "Viny", "Eh Dudut", dia pun memelukku krna gemas. Member2 lain sering tiba2 menciumku dan memelukku, krna kata mereka aku menggemaskan, kyk Panda, hehehe.
Aku: Ngapain Vin?
Viny: Mmmm, gk ada, pingin duduk aja
Aku: Gk biasanya lu
Viny: Gpp kok, lagi males aja di Apartment
Aku: Vin, lu beruntung ya dikasi Apartment n mobil ama pacarlu
Viny: Itu nitip doank kok
Aku: Haah nitip? Jadi bukan dikasi?
Viny: Klo udah nikah ya pasti jadi punyaku donk (sambil cekikikan)
Kami pun ngobrol, sambil minum Es Coklat, krna aku gk suka Kopi. Viny menceritakan kisah kasihnya trnyata berawal di tempat duduk yg sedang didudukinya kini. Kata Viny, pacarnya melihatnya dari tempat dia duduk. So sweet, ohhhh jadi pengen pacaran. Tiba2 aku kepikiran kak Stefan. Dia selalu mengantarku pulang, dia rela nungguin aku selesai show, dan tadi dia mengantarku ke Fx, dia begitu ikhlas melakukan itu semua. Ohh aku jatuh hati ama Kak Stefan. "Ohh noooo, Gak Gak" tiba2 berteriak, "Kenapa Dut?" tanya Viny, "Gak ada kak" jawabku sambil tertawa. Noooo, Kak Stefan cuma temanku, nooo, aku gak ada hati dgnnya, dan aku gk boleh pacaran dulu.
"Dut, nginep di apartmentku aja ya, rame2 ama Kak Naomi" ajak Viny. Hmmm boleh deh, itung2 ngisi Malem Minggu, aku gk sendirian. Kamipun menghabiskan minuman, lalu menuju parkiran. Gaya hidup Viny gk berubah, dia tetap sederhana walaupun skrg sudah mengendarai mobil sendiri dan tinggal di Apartment. Viny memacu mobilnya dgn perlahan dan hati2 menuju ke Apartmentnya. Setelah tiba kami pun turun dan masuk ke kamar Viny. Aku minta ijin mandi terlebih dahulu.
Malam Minggu ini hanya kuhabiskan di taman Apartment Viny sambil ngobrol. Yg kami bahas adalah perkembangan JKT48, percakapan kami membahas gaya kepemimpinan Shanju dan Kinal. Obrolan makin seru, dan tiba2 Brummmmm, trdengar suara motor dan kulihat Kak Stefan sedang membonceng Kak Naomi. "Eh di sini Dut" kata Kak Naomi, kemudian Kak Stefan membuka helmnya. "Gak pulang Dut?" tanya kak Stefan, "Aku nginep sini kak" jawabku, "Ohh ya udah, berarti aku pulang sendiri nih" kata Kak Stefan kemudian memasang kembali helmnya kemudian berlalu pergi.
Kami bertiga kembali ke kamar dan lanjut ngobrol di kamar. Yahh namanya jg cewek ya, seneng bgt ngegossip, hehee. Gk terasa jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. "Ting" Hpku berbunyi, "Dut, yakin gk mau pulang?", trnyata Kak Stefan nge chat aku, "Emng kk dmana?" balasku, "Aku masih di Jkrta nih" jawab kak Stefan. Ya udah deh, aku iyain aja, kasian Kak Stefan, klo aku butuh dia pasti bisa, sedangkan skrg dia pingin pulang bareng aku masak aku tolak. Akupun berpamitan ama Viny dan Kak Naomi. Mereka sebelumnya heran, kok gk jadi nginep, aku bilang aja ada tmnku mau jemput diajak jalan. Akupun berjalan dan menunggu di depan pintu gerbang apartment.
Kak Stefan pun tiba, dia menyerahkan helm kepadaku. Kemudian aku naik ke atas motornya, kali ini aku udah gk canggung lagi memeluk tubuhnya. Perjalanan pun dimulai. Malam ini masih saja rame, karna malem minggu kali ya. Dipacu motornya dgn gagah, dgn gaya yg cool tanpa melihat ke kiri dan kanan. Tiba2 dia berhenti di sebuah warung, "Makan dulu yuk", hehehe tau aja nih org, kebetulan aku lagi laper nih, cuma jaim aja klo ngajak makan hehehe. Kami pun makan dgn lahapnya sambil cerita, trnyata tadi Kak Naomi ngajak keliling Mall doank tapi gk makan, hhehehe.
Tik, Tik, Tik ehh apaan nih? Ada air jatuh mengenai tanganku, aku pikir itu cipratan dari cuci tangan seseorang, dan tiba2, byurrrrrr, ternyata hujan deras tiba2 turun, tanpa memberi aba2 terlebih dahulu. Kami pun berpindah tempat duduk ke tengah. Org2 lain yg makan pun pada pindah ke tengah. Kami berhimpitan karena menghindari air hujan. Kami menunggu, menunggu, menunggu hingga gk terasa sudah 1 jam lebih dan hujan tidak kunjung reda hingga akhirnya sisa kami berdua dan pedagang yg berada di tenda warung tersebut. "Maaf bang, kami mau bongkaran" kata salah seorang dari mereka. Aku dan Kak Stefan saling memandang, dan kemudian mau gak mau kami harus menerobos hujan, apapun resikonya.Kami berdua menuju motor dan naik ke atas motor. Tidak butuh waktu lama membuat kita berdua menjadi basah kuyup. Namun Kak Stefan mengenakan jaket kulit dan tebal jadi aku yakin badannya gk terlalu basah. Kak Stefan memacu motornya, namun kali ini lebih pelan, krna hujannya begitu deras. Perjalanan masih panjang, Kota Jakarta kini menjadi sangat sepi, hanya beberapa mobil yg lalu lalang. Pelukanku makin erat di tubuh kak Stefan, namun dinginnya bener2 menusuk hingga ke tubuhku, padahal hoodie yg kugunakan lumayan tebal. Namun percuma, tubuhku menggigil, aku yakin pasti Kak Stefan mengetahui hal itu. Lalu dia menepi dan berhenti di depan halte bus. Dia mengajakku ke halte bus tersebut.
Kami berteduh sebentar, namun hujan ini seakan2 benar2 marah dan jawaban dari doa2 para jomblo. Aku menyilangkan kedua tanganku sambil menggigil, lalu tiba2 Kak Stefan membuka jaket kulitnya dan menyuruhku memakainya. Aku menolak karna dia akan kedinginan, namun Kak Stefan bersikeras dan tidak dapat kulawan. Akhirnya kupakai Jaketnya.
Sudah 20 menit kami di halte bus ini, tapi hujan tetap saja turun dgn beringas. Kini giliran kak Stefan yg menggigil, sempat kutawari kukembalikan jaketnya. Dia menolaknya. Karna aku kasian melihatnya, kupeluk tubuh kak Stefan dari samping. Tanganku melingkar di perutnya. Namun rasanya kali ini begitu beda, perutnya terasa begitu rata, apakah karna dia tidak mengenakan jaket? "Masih kedinginan kak?" Tanyaku, "Agak anget sih, makasi yaa" Kata Kak Stefan. Dia berhenti menggigil, mungkin karna pelukanku atau mngkin fokusnya sudah berubah, dari yg sebelumnya fokus krna dingin, skrg fokus trhadap pelukanku?
Suasanya malam ini begitu hening. Hanya ada 1 mobil yg lewat dalam waktu beberapa menit. "Dut, maaf ya aku ajak kmu pulang", kata Kak Stefan, "Kok minta maaf sih? Emng salahnya apa?" tanyaku, "Klo kmu nginep ama Naomi skrg gk akan basah2an gini" jawab Kak Stefan. Akupun kembali mengeratkan pelukanku. Entah kenapa suasana ini makin membuatku terhanyut. Aku gk tau perasaan apa ini, hujan deras yg mnghalangi perjalanan kami justru aku syukuri. Aku ingin terus begini, lalu tiba2 Kak Stefan melingkarkan tangannya dan memeluk pundakku. Aku merasa aman malam itu, aku merasa terlindungi. Dingin tidak lagi kurasakan.
Entah siapa yg mulai duluan, tiba2 wajah kami berdua sudah saling pandang. Entah refleks apa yg mendorongku untuk mendekatkan bibirku ke bibirnya. Sempat tertahan sedikit, tapi aroma nafasnya terlanjur kuhirup dan membuatku memejamkan mata. Jantungku benar2 berdegup kencang, bukan karna takut, tapi inilah kebahagiaan yg kudapat malam ini. Mengapa aku rela menyerahkan bibirku pada kak Stefan. Lidahnya begitu lembut menerobos ke dalam mulutku, membasahi lidahku yg sebenarnya sudah basah. Air liurnya terasa bagaikan penghangat di saat hujan deras ini.Entah berapa lama lidah kami saling menari dan melilit. Nafasku jadi makin cepat, detak jantungku normal kembali dan merasakan kenyamanan yg luar biasa. Lalu tiba2, aku merasakan ada yg menekan buah dadaku, mataku tak berani kubuka, di satu sisi aku memang mengharapkannya, tapi di sisi lain aku menolaknya. Aku memikirkan prinsipku. Kupegang tangannya, ingin rasanya kualihkan tangannya agar berhenti memegang buah dadaku. Namun remasannya begitu perlahan, seolah2 dia tidak ingin menyakitiku. Ohhhh, aku tidak ingin dilepas, teruslah, teruslah, kencangkan remasanmu. Aku menikmatinya.
Tiiiiiiin, tiba2 suara bel mobil mengagetkanku, ciuman kami pun terlepas. Aku salah tingkah, aku berhenti memeluknya. Kak Stefan pun malu melihatku. Gak terasa ternyata hujan sudah semakin reda, sisa gerimis saja. Kamipun melanjutkan perjalanan. Satu jam kemudian kami tiba di rumahku. Tidak lupa kami berpamitan, Kak Stefan tersenyum ke arahku dan kubalas jg dgn senyuman. Kemudian aku mandi lagi dan memakai daster kemudian tiduran. Seperti biasa aku tidak mengenakan BH atau CD.
Aku membayangkan hal tadi, tangannya begitu lembut menyentuh buah dadaku. Aku terus membayangkan, aku memejamkan mata. Ohhh rasanya begitu nyata, imajinasiku makin liar, dan tanpa tersadar, trnyata aku sedang meremas buah dadaku sendiri. Rasanya begitu nikmat. Kusingkap dasterku, dan kembali kuremas buah dadaku, kali ini dari dalam. AKu menyentuh langsung buah dadaku. Kumainkan puting susuku, dan membuatku kegelian. "Sayaaang" Tiba2 suara mamahku memecah khayalanku. Akupun membukakan pintu kamarku. Kami pun bercerita, ngobrol tntang show hari ini, tntang fans hingga akhirnya ku terlelap.
BERSAMBUNG
LANJUT KE PART 3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar