Kamis, 28 September 2017

Love Story Part 6 - Matahari Milikku - Sinka Juliani

Sentuhan tangan Kak Naomi membangunkanku di pagi ini. Kulihat senyum manisnya menyambutku, benar2 membuat suasana hatiku begitu tentram. Ini adalah H-2 aku akan pergi meninggalkan Indonesia menuju Jepang. Kami sudah terbiasa terpisah, dan sudah terbiasa bersedih kalau akan berpisah. Namun kali ini rasanya begitu beda, senyumannya tampak begitu ikhlas. Dia menyuruhku untuk sarapan bersama2. Kamipun sarapan bertiga.

Mamah: Sayang mamah berdua, kalian udah besar, udah pada remaja, kalian harus tetap saling jaga ya
Aku dan Kak Naomi: Iya Mah
Mamah: Mamah gk mau kalian bertengkar krna masalah apapun
Aku: Tuh, denger Kak, jgn suka gangguin Dudut (tegurku dgn suara imut)
Kak Naomi: Ihhhhhh (Sambil mencubit pipiku dgn gemas)
Mamah: Kalian, masih aja sprti anak kecil

Kemudian kami bertiga lanjut sarapan. Suasana sprti ini sangat kurindukan dan langka, apalagi aku dan Kak Naomi sangat sibuk akhir2 ini. Hari ini ingin kuhabiskan bersama mereka tanpa ada gangguan apapun. Selesai makan Mamah pamitan ingin pergi, entah kemana. Tinggalah aku berdua dgn Kak Naomi, menyalakan TV dan mencari acara bagus.

Kak Naomi: Dudut sayang
Aku: Iya Kak
Kak Naomi: Udah mikirin nikah blm?
Aku: Ihh kakak, mending kk aja duluan mikir, ntar ketuaan hayoo
Kak Naomi: Ihhh, kakak serius nih nanya
Aku: Belum mikir Kak, emng knp?
Kak Naomi: Gk ada sih, cepetan pikir biar gak ketuaan
Aku: Yeee, nyindir diri sendiri yaa

Kami berdua pun saling pukul dgn bantal, namun ini hanya bercanda saja, namun pertanyaan kak Naomi tadi bener2 serius, membuatku begitu canggung, apakah maksudnya aku harus cari pacar? Ahh liat aja di Bandara, aku ingin mengejutkannya, heheheee... Entah dia akan tertawa atau malah memarahiku, bodo amat, yg penting aku punya pacar, heheee.

Hari ini pun kulalui dgn cerita2, gosip2 hingga rencana yg akan kulakukan saat di Jepang. Kak Naomi jg menceritakan tntang kisah cinta Viny, sempat hampir kandas, namun malah diselamatkan oleh org yg dibenci oleh keduanya. Memang hidup tidaklah bisa ditebak, kisah cinta bisa datang dan pergi. Kita yg sudah benar2 mencintai seseorang bisa jadi ditinggal olehnya, ataupun sebaliknya. Ahhh udahlah, males mikir, aku cuma mikir gmana cara ngerjain Kak Stefan saat di Bandara, heheheee.

Sore hari pun tiba, Notifikasi HP ku berbunyi dan kulihat itu adalah chat dari Kak Stefan. "Dut, jalan lagi Yuk, aku kangen nih". Duh, padahal hari ini aku sudah berkomitmen untuk menghabiskan waktu bersama mamah dan kak Naomi. Namun ajakan dari seorang cowok yg kucintai tidak dapat kutolak. Ya udah deh, dgn senang hati kuterima. Tapi gmana cara pamitannya ya? Aku gk enak ninggalin rumah.

Aku: Mah, aku keluar ya, pingin jln2
Mamah: Mau kmana sayang?
Kak Naomi: Di rumah aja, kan lusa udah ke Jepang
Aku: Tapi aku harus beli sesuatu nih buat dibawa ke Jepang
Kak Naomi: Ya udah, ajak Stefan tuh, biar dia yg anter kamu
Aku: (Wah, pengertian bgt kakakku yg cantik ini)

Akupun menelpon Kak Stefan di depan Kak Naomi, berpura2 minta dijemput. Kak Stefan pun tau apa yg kumaksud, segera dia datang menjemputku menggunakan motor kebanggaannya. Kemudian aku menaiki motornya. Kak Naomi ikut keluar, "Eh titip adik gw ya" Kata Kak Naomi, "Okee boss" Jawab Stefan. Kami pun pergi. Di tengah2 perjalanan barulah kami berdua sadar, mau kmana kami?

Aku: Mau kmana Kak?
Kak Stefan: Kmana aja deh yg penting berduaan
Aku: Iya tapi harus jelas donk, masak keliling doank?
Kak Stefan: Gak suka ya?
Aku: Suka kok, Tapi klo ada tujuannya kan lebih asik Kak

Huhhh, emang Kak Stefan ini gk romantis klo di perkataan. Entah aku dibawah kemana, motornya meliuk2 hingga lebih dari sejam di perjalanan dan ternyata kami tiba di Jakarta. Ahhh ternyata ujung2nya ke Jakarta lagi, akupun tertawa. "Yeee, ini mah Jkrta lagi" kataku, "Abis, aku gk tau apa2 selain Jkrta" jawab Kak Stefan. Kemudian kami menuju ke sebuah tempat, masih di tengah Kota namun tempat nongkrong yg begitu asik. Tempat ini ada 2 buah pohon beringin besar dan terletak di samping Plaza Senayan. Ahh rupanya ini tempat pertama kali Kak Stefan anter aku pulang. Tapi klo malem beda bgt, suasananya benar2 romantis.

Kami berdua duduk di bawah pohon beringin. Ada banyak org yg sedang bermain dan kumpul2 di sekitarnya. Siapapun yg sedang berada di Jakarta, aku sarankan cobain deh ke tempat ini. Asik bgt lho suasananya. Kami menghabiskan waktu dgn ngobrol. Semakin malam suasana makin rame. Kak Stefan memeluk pundakku. Namun tiba2 perutku mules, aku ingin diantar ke toilet, tapi aku ingin yg lebih privacy, karna toilet di Mall kurang nyaman menurutku. Kak Stefan sempat bingung, lalu kami menuju Apartment Viny, kebetulan kuncinya masih kubawa.

Kak Stefan menancap gas menuju Apartment Viny. Setiba di sana, kami berdua bergegas menuju Lift kemudian menekan tombol lantai dimana kamar Viny berada. Saat tiba di kamar aku minta ijin Kak Stefan untuk menunggu sebentar. Oke, sampai di sini jangan ditanya deh aku lagi ngapain. Skip aja yahh, hehehe... Beberapa menit kemudian, akupun membersihkan diriku dan kembali memakai celana dan keluar dari kamar mandi. Kulihat Kak Stefan sedang rebahan di kasur. Melihat hal itu refleks membuat tubuhku ingin rebahan juga. Akupun rebahan di samping Kak Stefan.

Padahal baru kemarin kami berdua memadu kasih di sini. Apakah Kak Stefan berkesan dgn apa yg kulakukan kemarin? Sungguh nikmat apa yg kami lakukan kemarin. Walaupun Kak Stefan gak menyentuh langsung kemaluanku, namun aku merasakan ada cairan kenikmatan yg keluar dari kemaluanku. Entah kenapa aku jadi membayangkan kejadian kemarin. Aku memejamkan mata dan muncul dalam bayangan Kak Stefan sedang berbuat lebih terhadap diriku. Aku membayangkan Kak Stefan menembus liang keperawananku, dan tiba2 aku merasakan ada kehangatan di bibirku. Mpphhhhhh, aku membuka mata, ternyata Kak Stefan menciumku. Aku tidak bisa berbuat banyak selain membalas ciumannya.

Lidah kami bermain dgn lembut. Seperti biasa, kami saling bertukar air liur, seolah2 itu menjadi obat perangsang bagi kita berdua. Kali ini tidak butuh waktu lama bagi Kak Stefan untuk menyentuh buah dadaku. Biasanya dia akan canggung dan setelah beberapa lama barulah berani menyentuh dadaku. Namun kali ini dia sudah meremas buah dadaku.

Seperti tidak ingin menyia2kan waktu, aku langsung membuka bajuku dan BHku, sehingga terpampang jelas payudaraku yg berukuran lumayan. Melihat hal ini Kak Stefan juga membuka baju dan celananya. Kini dia telanjang bulat. Kak Stefan memelukku dgn erat, kurasakan penisnya berkali2 menyentuh paha dan perutku. Aku menyodorkan payudaraku untuk diisapnya. Dengan buas Kak Stefan mengisap puting susuku. Isapan yg begitu kencang membuatku merinding karena nikmat dan geli yang bercampur menjadi satu. Kenikmatan ini yg membuatku menjadi lupa segalanya. Akupun meraih kaitan pada celanaku, kemudian kubuka.

Kuturunkan celanaku dan jg cd ku hingga kini kita berdua bugil. Kali ini kita berdua sama2 telanjang bulat dan tidak ada lagi apapun yg menutupi kesucianku. Semoga Kak Stefan tidak merenggut keperawananku. Tapi kenapa aku harus buka cd? Aku pun bingung, rupanya setan di dalam tubuhku sudah merasuki pikiranku. Kak Stefan terus mengisap payudaraku dan salah satu tangannya turun menyentuh kemaluanku. Dan inilah pertama kalinya dalam hidupku kemaluanku disentuh oleh laki2.

Pikiranku berontak, aku berusaha menolaknya, namun permainan jarinya begitu lembut, justru membuatku makin memegang tangannya agar dia tidak menghentikan kegiatannya di kemaluanku. Aku benar2 basah. Kemudian kak Stefan menyuruhku membelakangiku. Dipeluknya tubuhku dari belakang, sambil tangannya meremas payudaraku dgn lembut sambil memainkan putingnya. Kemudian dia menggesek2an penisnya di sela2 kemaluanku.

Apa yg dilakukan Kak Stefan membuatku makin gila, aku sudah tidak memikirkan apapun, yg kuinginkan kali ini adalah mendapatkan kepuasan. Aku sudah dewasa, aku sudah berhak menentukan jalan hidupku, aku berhak memberikan kehormatanku pada cowok yg kucinta. Hingga akhirnya kemaluanku benar2 basah dan licin, nafsuku sudah di ubun2, gesekan penis kak Stefan benar2 membuatku gila. Ahhhhh.. Ahhhh.. Kak, masukin kak.. Ahhhh, aku terus meracau meminta Kak Stefan menembus liang senggamaku. Aku ingin Kak Stefanlah org pertama yg merenggut mahkotaku.

Tiba2 muncul setitik pikiran jernih dalam otakku. Membuatku ingin mengakhiri semuanya. Aku sudah berkomitmen gk akan menyerahkan keperawananku pada siapapun selain suamiku. Akupun berbalik badan dan melihat ke arah Kak Stefan. Dia melihatku dgn penuh kebingungan, kemudian seakan2 sudah mengerti maksud dari tatapanku ini. Dia pun memelukku. Kami berpelukan dalam keadaan telanjang bulat. Terasa penisnya yg menegang menyentuh perutku.

Kak Stefan terus memelukku dengan erat. Seakan2 tidak ingin melepaskanku. Dan aku baru tersadar, dialah yg akan menjadi suamiku di masa depan. Dialah yg akan melindungiku, dan dialah yg akan mendapatkan mahkota tubuhku ini. Apalah artinya aku menahan kenikmatan dalam tubuhku dan tubuhnya kini kalau kita sama2 akan meraih kenikmatan itu.

Akupun berbisik di telinganya. "Kakak yakin mau ML?", kulihat Kak Stefan hanya menganggukkan kepalanya. Kulihat penisnya benar2 tegang saat itu. Aku tidak ingin cintanya pudar karena aku tidak memberikan tubuhku untuk dinikmatinya. Kemudian aku pun berkata "Kak, pelan2 ya, aku baru pertama kali".

Kak Stefan menunggingkan tubuhku. Akupun menurutinya, entah apa yg akan dilakukannya. Aku hanya bisa memejamkan mata. Aku hanya memikirkan kenikmatan yg kurasakan. Tiba2, sebuah benda tumpul dan licin menerobos masuk ke dalam lubang kewanitaanku. Ahhhhhh, rasanya sedikit membuatku perih, tapi di sisi lain aku juga merasakan kenikmatan. Mataku makin terpejam merasakan dua rasa yg begitu kontras ini, nikmat namun perih.

Aku merasakan Kak Stefan menggoyangkan pinggulnya dgn perlahan lalu makin lama makin cepat. Bunyi plak plak plak pertemuan antara pantatku dan pahanya benar2 pertama kali kudengar. Aku menyerahkan tubuhku padanya. Aku hanya menungging sambil memejamkan mata, tanpa melihat apa yg dilakukannya. Karena kenikmatannya membuatku tidak sanggup berkata2 selain mendesah.

Makin lama Kak Stefan makin mempercepat gerakannya, akupun demikian. Aku merasakan kemaluanku berdenyut dan rasanya ada sesuatu yg akan keluar. Rasanya sungguh nikmat, kenikmatannya mengalahkan apapun. Entah bagaimana menggambarkannya, namun makin lama kenikmatan itu makin bertambah, dan ahhhhhhhhhh Kaaaak, secara refleks aku berteriak, badanku lemas, akupun terjatuh menyamping, kenikmatan ini menyerangku dan justru membuatku menjadi lemah. Badanku terasa gemetar karena kenikmatan yg kurasakan. Kak Stefan kembali menyodokkan penisnya ke lubang kewanitaanku. Kali ini posisiku menyamping lalu kak Stefan tetap dalam posisi setengah berdiri.

Dia terus menggenjotku dgn keras. Tangannya menggenggam erat dan meremas2 buah dadaku. Kemudian kakiku diangkatnya satu dan disandarkan pada pundaknya. Entah apa yg dia lakukan namun apapun itu tetap membuatku terus merasakan kenikmatan. Kali ini kami saling tatap. Kak Stefan benar2 gagah menggoyang tubuhku. Penisnya terus menghajar kemaluanku tanpa ampun, makin lama makin cepat, makin cepat, makin keras, ahhh ahhh ahhh desahan kami berdua saling bersahutan, aku kembali merasakan kenikmatan yg mencapai puncaknya. Aku berteriak sambil mencengram pinggang kak Stefan. Beberapa saat kemudian kak Stefan mencabut penisnya dan menyemprotkan spermanya di perutku. Ahhhh hari ini Kak Stefan membuatku gila. Kami berdua rebahan dan saling menghadap langit2 Apartment.

Kemudian Kak Stefan mengajakku mandi. Karna kami berdua sudah dalam keadaan telanjang bulat dan keringat mengucur deras, maka kami berdua masuk ke kamar mandi. Kak Stefan menyalakan shower air hangat lalu menyiram tubuhku dgn shower.

Di dalam kamar mandi Kak Stefan begitu luar biasa perhatian. Dia memandikanku sambil membasuh tubuhku dgn sabun. Lalu saat tangannya menyentuh pantatku, dia meremas2 bongkahan pantatku dgn lembut. Jarinya kembali memainkan kemaluanku dan aku merasakan jarinya menerobos masuk ke lubang kemaluanku. Aku hanya bisa menikmati apa yg dilakukannya. Kak Stefan mengguyur kemaluanku dgn air. Benar2 dibersihkannya, apa yg dilakukannya membuatku terpejam, lalu kemudian, kulihat kak Stefan jongkok dan mendekatkan wajahnya ke bokongku.

Tiba aku merasakan jilatan, lidahnya menyentuh kemaluanku. Rasanya begitu aneh, begitu nikmat. Apakah dia tidak jijik? Tapi aku benar2 menikmatinya. Aku menunggingkan tubuhku, seolah2 memberikan seluruh tubuhku untuk dijilatinya. Jilatannya membuatku lupa diri. Nafsuku sudah benar2 di puncak. Aku mendesah mendapat perlakuan seperti ini. Tiba2 kenikmatan itu kembali menyerang tubuhku. Nikmatnya tiada tara, dan srrrrrrr, cairan kenikmatan bercampur dgn air kencing keluar dari kemaluanku tanpa kupedulikan akan mengenai wajah Kak Stefan atau tidak.

Dengkulku jadi lemas, kak Stefan menuntunku untuk memegang wastafel. Kak Stefan menyodok kewanitaanku kembali. Rasanya dinding vaginaku benar2 penuh dgn penisnya. Gesekan antara penisnya dan dinding vaginaku benar2 membuat tubuhku mengejang. Rasa nikmatnya tidak dapat kugambarkan. Dan tiba2 Kak Stefan mencabut penisnya digesek2kan di lubang anusku dan kemudian aku merasakan cairan hangat mengalir dari punggungku dan mengenai anusku. Ahhhhh, betapa nikmatnya hari ini. Setelah mandi, Kak Stefan mengantarku pulang. Tidak terasa 2 jam kulewati dgn bercinta hari ini.

Dalam perjalanan pulang, aku tak kuasa menahan air mata. Kupeluk tubuh kak Stefan dgn eratnya, namun tangisanku tidak dapat kutahan. Entah tangisan apa ini, aku tidak menyesal karena memberikan hal yg paling berharga dalam hidupku kepada cowok yg kucinta. Namun aku menyesal telah melanggar prinsipku sendiri. Dua pikiran yg benar2 bertolak belakang. Aku menangis sesenggukan, dan tangan Kak Stefan memegang erat tanganku sambil mengendarai motornya. Rupanya dia tau klo aku sedang menangis.

Aku benar2 sedih, sedihku kali ini, aku baru saja menyerahkan keperawananku dan aku harus meninggalkannya dalam waktu yg lumayan lama esok lusa. Aku benar2 sedih karena aku tidak ingin kehilangan dirinya. Walaupun aku sedang bersama Kak Stefan tapi entah kenapa pikiranku seolah2 aku akan kehilangan dia. Makin marah aku pada diriku, makin kupeluk erat dirinya. Semoga saja, apa yg telah kukorbankan kali ini, tidak sia2.

BERSAMBUNG
Next Part (Final)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar